Aceh Barat (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat hingga saat ini terus berupaya memberikan layanan pengobatan kepada 237 orang pasien Tuberculosis (TBC) yang tersebar di sejumlah kecamatan di daerah ini.

"Layanan pengobatan yang kita lakukan saat ini untuk mendukung keberhasilan pengobatan bagi 237 pasien TB yang terdeteksi saat ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Evi Darni di Meulaboh, Selasa.

Ia menjelaskan, sebagai bentuk dukungan pemulihan kepada para pasien, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memberikan pendampingan medis dan bantuan gizi kepada setiap penderita TBC dan di tingkat Puskesmas, para penderita menerima asupan makanan tinggi protein dan kalori berupa susu dan kacang hijau secara berkala.

Tidak berhenti di situ, untuk meningkatkan partisipasi aktif warga agar bersedia melakukan pemeriksaan kesehatan di setiap desa, Dinas Kesehatan Aceh Barat juga menyediakan insentif biaya transportasi.

"Untuk memberi semangat kepada masyarakat agar bersedia diperiksa dan mencapai target 100 orang per titik, kita berikan biaya transportasi sebesar Rp30.000 bagi masyarakat di setiap desa. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi terbukti mampu mendongkrak capaian sasaran," jelas Evi.

Evi Darni menambahkan pentingnya kedisiplinan penderita dalam menjalani masa pengobatan medis yang wajib dilakukan tanpa terputus, diantaranya pasien wajib mengonsumsi obat rutin setiap hari selama tiga bulan pertama.

Kemudian dari bulan ke empat hingga keenam, frekuensi konsumsi obat disesuaikan menjadi dua kali seminggu.

"Setelah enam bulan, pasien akan menjalani evaluasi ulang. Jika masih ditemukan bakteri TB yang memerlukan penanganan lanjut, masa pengobatan akan ditambah selama tiga bulan sehingga total pengobatan menjadi sembilan bulan," katanya.

Sebagai langkah jangka panjang, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat terus menggalakkan sosialisasi pencegahan TB secara berkelanjutan melalui media sosial serta memanfaatkan kegiatan rutin kemasyarakatan, seperti pengisian sesi edukasi kesehatan di majelis-majelis taklim.



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026