Banda Aceh (ANTARA) - Tim Pelaksana Kegiatan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Jagung Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh melakukan panen raya benih jagung varietas jakarin dan bisma bermutu tinggi.
"Panen ini menjadi puncak dari masa budidaya yang telah berlangsung secara intensif selama empat bulan," kata Penanggung Jawab Kegiatan UPBS Jagung BRMP Aceh Didi Darmadi, di Aceh Besar, Selasa.
Panen raya benih jagung tersebut dilakukan bersama Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Aceh, ketua kelompok tani, serta petani pelaksana, di Gampong Saree Aceh Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.
Didi mengatakan, panen jagung jakarin dan bisma tersebut pada lahan seluas empat hektare. Dengan target produksi awal sekitar tujuh ton.
Akan tetapi, untuk total hasil panen atau realisasinya belum dapat dihitung karena masih dalam proses, serta tidak bisa diperkirakan karena Aceh selama ini dilanda kemarau dan kekeringan.
"Tanaman jagung terkena stres kekeringan dari awal tanam sehingga belum bisa diperkirakan. Kalau target produksi awal dulu sekitar tujuh ton," ujarnya.
Ia menyampaikan, program UPBS ini dirancang untuk memastikan ketersediaan benih jagung berkualitas tinggi secara berkelanjutan guna memperkuat kemandirian benih di kawasan setempat.
Baca: BRMP Aceh monitoring program strategis Kementan di Gayo Lues
Didi menyebutkan, pada panen kali ini, varietas jagung yang berhasil dipetik adalah jakarin dan bisma. Hasil pengukuran awal di lapangan menunjukkan kadar air jagung berada pada angka 15 persen.
"Untuk memenuhi standar sertifikasi mutlak dari BPSB, jagung tersebut akan diproses lebih lanjut hingga mencapai tingkat kadar air target sebesar 11 persen," kata Didi.
Dalam kesempatan ini, ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya para petani pelaksana di lapangan, sehingga panen raya benih jagung dapat berjalan baik.
Sementara itu, perwakilan BPSB Aceh, Amrullah menyampaikan, terdapat beberapa tahapan menjaga kualitas benih sesuai standar mutu pengujian pasca panen yang harus dilaksanakan.
Di antaranya, penyeragaman pemipilan, benih yang dipipil diwajibkan melalui proses pengayakan agar memiliki ukuran seragam saat dibawa ke laboratorium.
Kemudian, pengeringan terkontrol, penjemuran dilakukan secara cermat hingga kadar air menyentuh batas aman 11 persen. Lalu, jaminan distribusi benih unggul, hanya benih lolos kualifikasi mutu unggul yang disalurkan kepada petani pengguna.
"Dengan keberhasilan produksi benih varietas jakarin dan bisma melalui kegiatan penangkaran ini, maka pengadaan benih jagung di tingkat kabupaten/kota diharapkan dapat ditopang secara mandiri oleh benih lokal hasil produksi UPBS ini," demikian Amrullah.
Baca: BRMP Aceh distribusi 21,85 ton benih padi varietas Inpari 32 dan Mekongga
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.