Simeulue (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Simeulue mengirim tim medis ke Desa Pulau Teupah, Kecamatan Teupah Barat, yang merupakan desa pulau terluar di kabupaten kepulauan di Provinsi Aceh itu, guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue Heri Herwanto di Simeulue, Sabtu, mengatakan tim medis yang dikirim terdiri dokter spesialis anak, dokter spesialis anastesi, dan dokter umum.

"Kunjungan tim medis ke pulau terluar tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis. Pelayanan kesehatan tersebut dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 62," katanya.

Heri Herwanto mengatakan tim medis menggunakan perahu bermotor untuk ke Desa Pulau Teupah, Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue. Jarak pelayaran dari Pulau Simeulue, pulau induk Kabupaten Simeulue, yang ditempuh selama tiga jam.

Baca: Polres Simeulue layani kesehatan masyarakat pulau terluar

Selain memberikan pelayanan kesehatan, kata dia, tim medis tersebut juga mengedukasi masyarakat terkait kesehatan dan sosialisasi hidup sehat kepada masyarakat di pulau terluar tersebut.

"Kehadiran tim medis disambut antusias masyarakat. Warga di pulau tersebut memanfaatkan kehadiran tim media untuk berkonsultasi serta mendapatkan perawatan medis tanpa harus menyeberang ke ibu kota kabupaten," kata Herwanto.

Selain melayani pemeriksaan kesehatan, tim medis juga menyerahkan bantuan alat kesehatan berupa doppler dan partus set atau alat persalinan untuk Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Pulau Teupah.

Heri Herwanto mengharapkan dengan adanya alat kesehatan tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta masyarakat di desa kepulauan tersebut.

"Kami juga melakukan penguatan fasilitas kesehatan dan penyediaan sumber daya manusia medis yang inklusif guna mewujudkan masyarakat kepulauan yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing," kata Heri Herwanto.

Baca: Dermaga pulau terluar di Simeulue rusak dihantam ombak



Pewarta: Ade Irwansah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026