Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh melaksanakan pengawasan dan pengawalan terhadap proses penyerahan dua Warga Negara Republik Rakyat Tiongkok (WN RRT), berinisial HH dan XZ, kepada Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu.
Humas Imigrasi Banda Aceh dalam keterangan di Banda Aceh, Minggu, menyatakan penyerahan tersebut dilaksanakan pada Rabu (9/9) setelah kedua WN RRT sebelumnya berada dalam penanganan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh.
Selanjutnya, keduanya diserahkan kepada Tim Inteldakim Kualanamu untuk menjalani proses penanganan dan pendalaman sesuai tugas dan kewenangan yang berlaku.
Penanganan terhadap kedua WN RRT bermula dari informasi yang diterima petugas Sub Seksi Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) pada 7 September 2026 terkait adanya hit pada sistem keimigrasian dengan status Subject of Interest (SOI).
Baca: Imigrasi Banda Aceh deportasi WN Pakistan terpidana pelanggaran keimigrasian
Informasi tersebut disampaikan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu yang tengah melakukan pendalaman terhadap dugaan keterkaitan kedua WN RRT dengan suatu sindikat penipuan daring (online scam).
Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran Imigrasi Banda Aceh segera melakukan koordinasi dengan Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu.
Berdasarkan hasil koordinasi dan untuk kepentingan penanganan lebih lanjut, kedua WN RRT kemudian dilakukan pendetensian hingga proses penyerahan kepada Tim Inteldakim Kualanamu.
Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu tiba di Banda Aceh untuk melaksanakan penjemputan. Proses serah terima deteni dilakukan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh dan selanjutnya kedua WN RRT dikawal menuju Terminal Keberangkatan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar.
Pewarta: RedaksiEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.