Banda Aceh (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Mujiburrahman menyatakan zakat dan wakaf harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.
"Pengelolaan zakat dan wakaf tidak boleh berhenti pada wacana akademik, tetapi harus berujung pada manfaat yang dirasakan masyarakat," kata Mujiburrahman saat membuka 4th Aceh International Symposium on Zakat and Waqf (AISZAWA) 2026 di Darussalam, Kamis.
Ia menjelaskan jihad akademik yang dihasilkan dalam forum tersebut baru dikatakan bermakna kalau berdampak kepada umat, masyarakat, bangsa, dan negara.
Ia mengatakan dalam forum tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina guna membahas penguatan keuangan sosial Islam melalui inovasi, tata kelola, dan kolaborasi lintas negara.
Baca: Menag: UIN Ar-Raniry harus jadi pusat peradaban Islam modern
Mujiburrahman menilai hasil penelitian dan diskusi akademik harus dapat menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Mujiburrahman mencontohkan pengelolaan dana umat melalui Islamic Trust Fund (ITF) Ar-Raniry. Lembaga tersebut dibentuk untuk membantu mahasiswa yang menghadapi persoalan ekonomi dan berisiko berhenti kuliah.
Dalam empat tahun terakhir, Mujiburrahman mengatakan ITF telah membantu biaya UKT dan beasiswa bagi lebih dari 2.000 mahasiswa. Total dana yang disalurkan hampir Rp5 miliar.
Dana itu berasal dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf uang yang dihimpun dari sivitas akademika UIN Ar-Raniry dan masyarakat.
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.