Pidie (ANTARA) - Pemerintah Pidie, Aceh memperkaya tradisi adat, budaya serta syariat Islam dalam perayaan Uroe Lahe (hari kelahiran) atau peringatan HUT ke 515 tahun kabupaten setempat, serta turut dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Uro Lahe Pidie menjadi bagian dari upaya menghadirkan tradisi adat dan syariat dalam satu rangkaian kegiatan," kata Kepala Dinas Syariat Islam Pidie, Fazli, di Pidie, Aceh, Sabtu.

Rangkaian kegiatan Uro Lahe Pidie ke-515 yang dibalut dengan Khanduri Raya (kenduri besar) ini turut menyajikan ribuan hidangan makanan dan makanan khas Kuah Beulangong.

Baca juga: Pawai Uroe Lahe Pidie tampilkan ragam busana berbudaya Aceh

Kegiatan ini, kata Fazli, mengusung semangat 'Megah bak adat, meusyeuhu bak syariat' (kemewahan dari adat dan termasyur/terkenal pada syariat). Karena itu, pemerintah menyiapkan sebanyak 10 ribu hidangan makanan yang dilakukan sesuai adat di daerah setempat. 

"Untuk acara Maulid Nabi Muhammad SAW kita siapkan hampir 5.000 hidang, dan kuah beulangong juga 5.000," ujarnya.

Fazli menyampaikan, tradisi Khanduri Raya ini menjadi salah satu bentuk kegiatan yang mempertemukan adat dan kehidupan keagamaan masyarakat Pidie.

Sementara itu, Bupati Pidie, Sarjani Abdullah mengatakan bahwa Khanduri Raya merupakan bagian dari rangkaian Uro Lahe Pidie yang digelar pemerintah daerah setiap tahunnya.

“Semua ini merupakan rangkaian Uro Lahe Pidie yang ke-515. Selanjutnya kita akan mengadakan Khanduri Raya,” pungkas Sarjani.


Baca juga: Optimalisasi lahan terdampak bencana di Pidie capai 90 persen



Pewarta: Shafna
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026