Banda Aceh (ANTARA) - Kepolisian RI (Polri) membangun 50 hunian tetap tahap kedua untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025 di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Rabu, mengatakan pembangunan hunian tetap korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dilakukan dua tahap.

Pembangunan hunian tetap tahap pertama sebanyak 250 unit dan progresnya sudah mencapai 96 persen. Sementara, pembangunan hunian tetap tahap kedua masih berlangsung sebanyak 50 unit," katanya.

Joko Krisdiyanto menyebutkan pembangunan hunian di Kabupaten Aceh Tamiang dengan tiga model, yakni rumah precast, rumah model ruspin atau rumah unggul sistem panel instan serta rumah kayu.

Ia menyebutkan rumah precast menggunakan teknologi pracetak yang memungkinkan proses pelaksanaan pembangunan berlangsung lebih cepat dan efisien.

Sedangkan rumah ruspin dibangun dengan sistem panel instan yang kokoh, ekonomis, dan memiliki daya tahan. Adapun rumah kayu, menggunakan kayu meranti berkualitas yang memberikan kenyamanan bagi penghuninya.

Joko Krisdiyanto menyebutkan rumah model ruspin yang dibangun tahap pertama dan tahap kedua sudah selesai 100 persen. Begitu juga rumah kayu yang dibangun 50 unit, sudah selesai semuanya.

"Hunian tetap yang dibangun tahap pertama ditargetkan dapat dihuni semuanya awal tahun depan. Pembangunan hunian tetap tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang," kata Joko Krisdiyanto.
 



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026