Banda Aceh (ANTARA) - Rumah Amal Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh mengajak mahasiswa di perguruan tinggi itu untuk menjadikan media sosial bukan hanya sebagai sarana komunikasi dan hiburan, melainkan ruang meraih cuan.
“Mari kita memanfaatkan medsos sebagai ruang untuk membangun personal branding, mengembangkan usaha, dan menciptakan peluang ekonomi,” kata Dosen Ilmu Komunikasi USK, Uswatun Nisa di Darussalam, Senin.
Di sela-sela memberikan semangat dalam kegiatan bertajuk Jualan Laris di Genggaman: Strategi Beriklan dan Berjualan di Media Sosial” kepada puluhan mahasiswa penerima manfaat program Rumah Amal USK, Uswatun menjelaskan personal branding dapat menjadi modal ketika mahasiswa nantinya mengembangkan produk, jasa, maupun keahlian yang dimiliki.
Lebih lanjut, ia membekali peserta terkait social media marketing (SMM) dan pentingnya memahami strategi pemasaran digital bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan produk, jasa, maupun keahlian yang dimiliki.
Uswatun memperkenalkan konsep marketing funnel yang terdiri atas lima tahapan, yaitu awareness, consideration, conversion, loyalty, dan advocacy. Konsep tersebut membantu seseorang memahami proses membangun perhatian publik sehingga mendorong konsumen melakukan pembelian dan kemudian merekomendasikan produk atau jasa kepada orang lain.
Pada tahap awal, pemasar perlu membangun awareness melalui konten yang mampu menarik perhatian dan menjangkau audiens. Selanjutnya, consideration digunakan untuk memberikan informasi mengenai manfaat dan keunggulan produk.
Setelah konsumen mengambil keputusan melalui tahap conversion, pemasar perlu menjaga hubungan melalui loyalty hingga akhirnya konsumen yang memiliki pengalaman positif dapat menjadi bagian dari advocacy dengan merekomendasikan produk kepada orang lain.
“Dalam marketing funnel ini kita akan belajar bagaimana pentingnya membangun kesadaran publik pada produk, jasa, atau bahkan pada diri kita sendiri agar publik menyadari keberadaan produk, jasa, atau nilai lebih pada diri kita,” ujar Uswatun.
Menurutnya, marketing funnel tidak hanya relevan bagi mahasiswa yang sudah menjalankan bisnis. Konsep tersebut juga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa yang ingin menjadikan media sosial sebagai salah satu ruang untuk mengembangkan potensi dan memperoleh penghasilan di masa mendatang.
Sementara itu, Putri Munawwarah, memberikan penjelasan yang lebih teknis mengenai pembuatan konten pemasaran dan iklan di media sosial.
Putri menjelaskan bahwa pemilihan platform perlu disesuaikan dengan karakteristik produk atau jasa serta target konsumen yang ingin dijangkau. Faktor usia audiens juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan platform yang digunakan.
“Setiap media sosial memiliki karakteristik, kelebihan, dan keterbatasan masing-masing. Oleh karena itu, kita perlu memahami karakteristik setiap platform sebelum menentukan media yang paling sesuai untuk memasarkan sesuatu,” kata Putri.
Baca juga: Pejabat Gayo Lues Aceh mengundurkan diri setelah video flexing anaknya viral
Pewarta: M IfdhalEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.