Aceh Barat (ANTARA) - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat bersama pimpinan dayah dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam meminta perayaan HUT ke-438 Kota Meulaboh sesuai syariat Islam.

"Alhamdulillah, ini sebuah terobosan yang sangat bagus dalam mendukung kegiatan HUT Kota Meulaboh. Tujuan kita mengajak ormas, pimpinan dayah, serta dinas terkait agar nantinya tidak ada pihak yang disalahkan. Jika berhasil, ini menjadi keberhasilan kita bersama," ujar Ketua MPU Kabupaten Aceh Barat, Tgk Mahdi Kari Usman kepada wartawan, Kamis.

Ia juga menyatakan dukungan tersebut disampaikan guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa melanggar ketentuan syariat Islam.

Tgk Mahdi Kari Usman menyampaikan pertemuan yang difasilitasi oleh MPU bersama ormas Islam, pimpinan dayah, serta dinas terkait merupakan langkah positif guna  tercipta kesepahaman bersama dan tidak ada pihak yang dirugikan atau disalahkan nantinya.

Dalam kesempatan tersebut, Tgk Mahdi menegaskan sorotan utama MPU dan ormas Islam terkait kebiasaan penutupan acara di Kabupaten Aceh Barat. 

Pihaknya berharap agar penutupan kegiatan tidak lagi diisi dengan konser musik, melainkan diisi dengan kegiatan keagamaan.

"Setiap kegiatan selama ini di Aceh Barat kebiasaannya ditutup dengan konser. Harapan dari ormas dan MPU, tidak hanya pada HUT Kota Meulaboh, tetapi juga di setiap kegiatan lainnya. Mari kita isi dengan nilai-nilai keagamaan, seperti doa, zikir, dan tablig akbar," katanya.

MPU Aceh Barat juga mendorong agar hiburan yang ditampilkan lebih mengarah pada seni budaya lokal Aceh Barat yang bernuansa Islami dan telah diwariskan oleh para leluhur serta disetujui oleh para ulama.

Ia  menambahkan usulan serta masukan dari MPU dan ormas Islam telah disambut baik oleh pemerintah daerah. Pemkab Aceh Barat menyetujui poin-poin yang disampaikan dan berjanji akan meneruskannya kepada pihak-pihak terkait.



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026