Polisi berikan rasa aman masyarakat Papua di Lumajang

Polisi berikan rasa aman masyarakat Papua di Lumajang

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban bertemu dengan Ketua Paguyuban Papua di Lumajang Iskandar Rumbai di Mapolres Lumajang, Selasa (20/8/2019) (Polres Lumajang)

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Lumajang siap memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua yang tinggal di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pascamasalah mahasiswa Papua yang sempat viral di media sosial dan keributan yang terjadi di Papua Barat.

"Kami melakukan pendekatan dengan warga Papua yang tinggal di Lumajang dan meyakinkan bahwa mereka akan selalu aman di Lumajang," kata Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban di Lumajang, Selasa.

Menurutnya jumlah warga Papua di Lumajang tidak terlalu banyak yakni sekitar 28 orang yang terdata, namun sebagian besar merupakan anggota Batalyon Infanteri 527 Lumajang yang sudah lama tinggal di wilayah setempat.

"Tidak ada mahasiswa Papua di Lumajang, namun kami tetap menyerukan imbauan kepada warga Papua di Lumajang untuk tidak terprovokasi dengan kejadian tindakan rasisme yang dialami mahasiswa Papua di beberapa daerah," tuturnya.

Ia mengatakan pihaknya juga melakukan antisipasi terkait dengan isu rasisme Papua dengan melakukan pendekatan ke badan eksekutif mahasiswa (BEM) sejumlah perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Lumajang.

"Kita semua bersaudara dan tidak perlu terprovokasi dengan informasi yang tidak benar beredar di media sosial, sehingga semua pihak diharapkan untuk menjaga suasana Lumajang tetap kondusif," ujarnya.

Arsal mengaku sudah melakukan pertemuan dengan Ketua Paguyuban Papua di Lumajang Iskandar Rumbia yang tinggal di Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang untuk meredam gejolak terkait dugaan persekusi mahasiswa Papua di beberapa daerah.

"Hari ini saya bertemu dengan Ketua Paguyuban Papua di Lumajang dan berkomunikasi terkait perkembangan di Papua, serta kami siap memberikan jaminan rasa aman mereka tinggal di Lumajang," katanya.

Sementara Ketua Paguyuban Papua di Lumajang Iskandar Rumbia mengatakan pihaknya sudah memberikan imbauan kepada warga Papua di Lumajang untuk tidak anarkhis dan mendukung semua langkah Polri dalam menyelesaikan kasus persekusi mahasiswa Papua di beberapa daerah.

"Kami sangat mendukung langkah-langkah Tim Cobra Polres Lumajang dalam menciptakan keamanan di wilayah setempat dan kami juga akan menjaga suasana Lumajang selalu kondusif," ujarnya.

Sebelumnya, polisi mengamankan 43 mahasiswa asal Papua di asrama mahasiswa Papua yang berada di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur.

Pimpinan Polrestabes Surabaya menyatakan pengamanan itu berkaitan dengan perusakan dan pembuangan Bendera Merah Putih ke selokan yang diduga dilakukan oleh mahasiswa Papua.

Pengamanan tersebut memancing kerusuhan di beberapa tempat di Papua dan Papua Barat, seperti Manokwari, karena beredar isu perlakuan rasis terhadap mahasiswa Papua.
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019