Dahnil bantah Fadli Zon tertarik gabung kabinet Jokowi

Dahnil bantah Fadli Zon tertarik gabung kabinet Jokowi

Juru Bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Aris Wasita)

Sukoharjo (ANTARA) - Juru Bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak membantah Fadli Zon tertarik bergabung pada kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Yang jelas saya dengar dari Bang Fadli, Bang Fadli tidak bersedia bergabung," katanya usai mengisi acara di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Kabupaten Sukoharjo, Kamis.

Meski demikian, ia tidak tahu persis apakah Fadli Zon sudah ditawari untuk masuk kabinet atau belum oleh pihak Joko Widodo.

Baca juga: Ferry: Gerindra belum putuskan sikap untuk gabung dengan pemerintah

Sementara itu, Dahnil juga mengatakan, hingga saat ini Partai Gerindra belum memutuskan apakah akan bergabung dengan pemerintah atau menjadi oposisi mengingat belum ada pembicaraan resmi dari Prabowo Subianto.

"Bapak Prabowo sebagai Ketua Dewan Pimpinan belum pernah membicarakan terkait kursi kabinet saat pertemuan dengan Jokowi, Megawati, BG (Budi Gunawan, red) maupun Jusuf Kalla," katanya.

Meski demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Prabowo.

Baca juga: Andre: Dari dulu Gerindra selalu dapat tawaran menteri

Sementara itu, apakah nanti akhirnya bergabung atau tidak, dikatakannya, Prabowo akan tetap aktif memberikan masukan kepada pemerintah terutama terkait hal-hal yang sifatnya kualitatif.

"Misalnya, terkait konsep ketahanan dan pangan, energi dan konsep tentang pertahanan. Konsep tersebut bahkan sudah disampaikan saat bertemu dengan keempat tokoh tadi," katanya.

Baca juga: Gerindra putuskan sikap politik September 2019

Ia mengatakan, gagasan yang disampaikan oleh Prabowo lebih bersifat akademik dan ke arah visi bagaimana memperbaiki Indonesia ke depan.

"Kalau kemudian Presiden merasa konsep itu cocok, sesuai dan mau digunakan, silahkan. Kalau enggak juga silahkan," katanya.
 
Pewarta : Aris Wasita
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019