Nelayan Lamongan selamatkan dua penumpang KM Santika yang terbakar

Nelayan Lamongan selamatkan dua penumpang KM Santika yang terbakar

Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus Puruhito (kedua kanan) didampingi Deputi Bidang Operasi Basarnas Mayjend TNI Nugroho Budi Wiryanto (kanan) menemui korban selamat kapal terbakar KM Santika Nusantara di dalam kapal KN SAR Laksamana di dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Minggu (25/8/2019). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Surabaya (ANTARA) - Nelayan asal Lamongan, Jawa Timur, menyelamatkan dua penumpang Kapal Motor (KM) Santika Nusantara yang terbakar di perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kata petugas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

"Kedua penumpang yang diselamatkan terdata sebagai warga Jawa Timur, masing-masing bernama Samuji, usia 37 tahun, asal Blitar, dan Sigit (54), asal Kediri," kata Juru bicara Basarnas Surabaya, Tholib Vatelehan di Surabaya, Minggu (25/8).

Kronologinya, kata Tholib, semula keduanya dievakuasi dari kebakaran kapal lalu dibawa ke Pelabuhan Brondong, Lamongan, dan hari itu sudah tiba di Surabaya

Dengan adanya dua korban selamat ini total jumlah penumpang KM Santika Nusantara yang berhasil diselamatkan hingga Minggu sore bertambah, dari 309 penumpang menjadi sebanyak 311 orang.

Baca juga: Basarnas: Jumlah korban kapal terbakar lebihi manifes

"Dari total 311 orang yang telah kami evakuasi, tiga di antaranya meninggal dunia," ujar Tholib.

Kepala Subdirektorat Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi SAR Basarnas, Agus Haryono mengatakan, jumlah penumpang yang dievakuasi telah melebihi data penumpang beserta awak kapal seperti yang dilaporkan oleh perusahaan pelayaran pemilik KM Santika Nusantara, PT Jembatan Nusantara.

Menurut dia PT Jembatan Nusantara melaporkan KM Santika Nusantara yang terbakar di perairan Masalembu pada sekitar pukul 20.45 WIB, Kamis malam, 22 Agustus, saat sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memuat 277 orang penumpang beserta awak kapal, serta 90 kendaraan berbagai jenis.

Untuk itu Agus memastikan Basarnas bersama tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian untuk memastikan tidak ada korban lainnya yang tersisa di sekitar perairan Masalembu.

"Pencarian kami lanjutkan berdasarkan standar operasional prosedur Basarnas, yaitu selama tujuh hari terhitung sejak awal kejadian,” katanya.

Baca juga: Gubernur Jatim sampaikan bela sungkawa korban kapal terbakar
Baca juga: 3 korban tewas kebakaran KM Santika Nusantara dievakuasi
Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019