Banjir bandang di Taman Nasional Hell's Gate Kenya menelan korban

Banjir bandang di Taman Nasional Hell's Gate Kenya menelan korban

Orang-orang bersedih saat para petugas Palang Merah Kenya dan sukarelawan mengangkati jenazah-jenazah kerabat mereka, yang meninggal dalam banjir bandang ketika berwisata, di Taman Nasional Hell's Gate di Naivasha, Kenya, Senin (2/9/2019). ANTARA/REUTERS/Stringer/am.

Nairobi (ANTARA) - Empat orang tewas dan tiga lainnya hilang saat kelompok wisata tersapu banjir bandang di Taman Nasional Hell's Gate, Kenya, menurut otoritas suaka margasatwa kelolaan pemerintah, Senin.

Insiden terjadi pada Minggu di Lembah Rift di barat laut Nairobi, Ibu Kota Kenya, demikian dinyatakan Dinas Satwa Liar Kenya (KWS) di akun Twitter miliknya.

"Operasi pencarian dan penyelamatan tiga wisatawan yang hilang masih berlangsung di Taman Nasonal Hell's Gate. Dua jasad lainnya ditemukan semalam, menambah jumlah korban tewas akibat banjir bandang tragis menjadi empat orang," cuit KWS, Senin.

Para korban terdiri atas lima wisatawan Kenya, seorang pemandu setempat dan seorang warga asing yang kewarganegaraannya tak disebutkan. KWS melaporkan ngarai di taman nasional ditutup untuk umum pada Minggu seusai kejadian.

Taman Nasonal Hell's Gate terkenal dengan gumpalan asapnya yang berasal dari aktivitas panas bumi bawah tanah. Di daerah sebelahnya, uap dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.

Ngarai di taman tersebut rawan terhadap banjir bandang dan sebelumnya pernah menelan korban jiwa. Pada 2012, banjir menewaskan tujuh orang dari kelompok gereja yang sedang berwisata.

Sumber: Reuters

Baca juga: Banjir tewaskan 186 orang di seluruh Kenya

Baca juga: 32 korban tewas akibat bendungan ambrol di Kenya

 

Banjir bandang terjang desa Bangga

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019