Pesantren Tebuireng Jombang kenang jasa BJ Habibie bangun masjid

Pesantren Tebuireng Jombang kenang jasa BJ Habibie bangun masjid

Para siswa di Jombang, saat beraktivitas di Masjid Ulil Albab Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. (Foto istimewa)

Jombang (ANTARA) - Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berduka dengan wafatnya Presiden Ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu, pukul 18.05 WIB.

Wakil Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang Ustaz Slamet Habib mengatakan, dirinya masih teringat dengan sikap serta kebaikan hati dari Presiden Ke-3 Indonesia tersebut, dengan ikut menyumbang dana guna pendirian Masjid Ulil Albab di area pesantren.

"Ya benar, dulu yang sumbang masjid Ulil Albab, yang bangun BJ. Habibie di zaman pengasuh KH. Yusuf Hasyim," katanya dalam rilis yang diterima Antara, Rabu (11/9) malam.

Baca juga: BJ Habibie, pemersatu cendekiawan Muslim Indonesia

Ia mengatakan, bagi Pesantren Tebuireng Jombang, kenang-kenangan yang sangat berharga dari Habibie tersebut tidak bisa terlupakan. Masjid yang dibangun di dekat SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng, Jombang itu sangat bermanfaat, bahkan aktivitas santri banyak dilakukukan di tempat tersebut.

Ia juga menambahkan, masjid itu dibangun saat Habibie masih menjabat sebagai Presiden RI. Bantuan itu juga sebagai hadiah untuk 100 tahun Pesantren Tebuireng, Jombang. Dirinya bahkan saat itu ikut mengurus prosesnya.

"Saya agak lupa (ceritanya). Beliau pakai helikopter mendarat di lapangan depan Unhasy (Universitas Hasyim Asy’ari Jombang) itu sekitar tahun 1999," kata dia.

Baca juga: Habibie wafat - PBNU: Indonesia kehilangan negarawan yang demokratis

Pada saat itu, lanjut dia, Kiai Yusuf Hasyim atau Pak Ud ingin sekali membangun gedung pertemuan, tetapi BJ Habibi bersedia membangunkan masjid, sehingga pembangunan masjid Ulil Albab berlangsung.

"Kedatangan beliau sekalian meresmikan SMP A. Wahid Hasyim, acaranya juga di situ. Pokoknya setelah acara harlah 100 tahun Tebuireng pada tahun 1999," kata dia.

Ustaz Slamet juga mengatakan, saat itu dirinya menjadi panitia 100 tahun Tebuireng yang ditugasi untuk mendatangkan grup selawat al-Banjari dari Pasuruan. 10 hari setelahnya, ia dimintai tolong mendatangkan lagi al-Banjari dari Pasuruan untuk acara peresmian SMP A. Wahid Hasyim menyambut kedatangan BJ Habibie. Saat itu BJ Habibie juga bermaksud meninjau pembangunan masjid Ulil Albab yang belum berdiri 100 persen.

Baca juga: BJ Habibie wafat, Din Syamsudin serukan Salat Gaib

Presiden Ke-3 RI BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9), pada pukul 18.05 WIB. Habibie meninggal di usia 83 tahun.

BJ Habibie meninggalkan dua orang anak, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Sementara istrinya, Hasri Ainun Besari telah meninggal dunia pada 2010 di Jerman dan dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta.
Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019