Habibie bapak teknologi dan demokrasi, sebut akademisi

Habibie bapak teknologi dan demokrasi, sebut akademisi

Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Latansa Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten Mochamad Husen. (FOTO ANTARA/Mansyur Suryana)

Lebak (ANTARA) - Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Latansa Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten Mochamad Husen menyatakan bahwa Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie adalah sosok yang selain sebagai bapak teknologi juga pejuang demokrasi di Indonesia.

"Kami benar-benar kagum terhadap almarhum Habibie karena sangat jenius sebagai putra bangsa yang terbaik," kata Mochamad Husen di Lebak, Kamis.

Ia mengatakan perjalanan dan kiprah Habibie mampu membangun bangsa Indonesia dengan baik melalui penerapan teknologi hingga memproduksi pesawat terbang.

"Dengan kemampuan memproduksi pesawat terbang itulah maka Indonesia disegani di dunia," katanya.

Selain itu, katanya, Habibie juga sangat demokratis dan elegan ketika menjabat Presiden ke-3 yang mampu mengantarkan pemilihan kepala negara berdasarkan demokrasi yang multi partai.

"Kami menilai Habibie itu sebagai 'Bapak Teknologi' dan juga 'Bapak Demokrasi'," katanya.

Menurut dia, masyarakat Indonesia kehilangan putra terbaik yang mampu mempersatukan bangsa pascareformasi setelah diiberikan kepercayaan dari Presiden Soeharto ke Habibie.

Perjalanan Habibie membangun bangsa ini, katanya, mampu memperkuatkan keutuhan NKRI hingga saat ini bangsa Indonesia semakin kokoh menjalin persatuan dan kesatuan bangsa.

Di samping itu, kata dia,  bangsa Indonesia kini mampu menjawab perkembangan teknologi dengan adanya produksi senjata, perkapalan dan kereta api dan industri-industri lainnya.

"Kami berdoa semoga almarhum BJ Habibie diterima iman Islam-nya dan ditempatkan di surga," demikian Mochamad Husen.

Baca juga: Prestasi BJ Habibie - JK kenang Habibie sosok negarawan panutan

Baca juga: Papua Terkini-Masyarakat Pulau Doom berduka atas wafatnya BJ Habibie

Baca juga: Tokoh Agama Sulut: Habibie tokoh pemersatu bangsa
Pewarta : Mansyur Suryana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019