Gubernur Dominggus dukung sembilan aspirasi tokoh Papua di Istana

Gubernur Dominggus dukung sembilan aspirasi tokoh Papua di Istana

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (tengah) usai memimpin apel pegawai belum lama ini (Antara/Toyiban)

Manokwari (ANTARA) - Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mendukung sembilan poin aspirasi yang disampaikan puluhan tokoh Papua kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara beberapa waktu lalu.

Meskipun kecewa atas keberangkatan 61 tokoh Papua dan Papua Barat tersebut ke Jakarta, namun ia beranggapan bahwa sepanjang aspirasi itu baik untuk Papua maka sebaiknya didukung.

"Saya tidak tahu kalau mereka ke Jakarta, saya tahu setelah nonton TV. Kalau aspirasi itu baik dan bermanfaat bagi masyarakat Papua maka saya juga dukung,"sebut gubernur di Manokwari, Jumat.

Baca juga: Papua Terkini- Presiden Jokowi terima tokoh Papua di Istana

Baca juga: Papua Terkini- Jokowi janjikan 1.000 sarjana Papua bekerja di BUMN


Pada pertemuan para tokoh Papua di Istana itu, satu dari sembilan poin yang disampaikan kepada presiden adalah pembentukan daerah otonom baru atau pemekaran wilayah provinsi dan kabupaten

Ia mengutarakan, sejak awal yakni sebelum menjabat gubernur dirinya berkomitmen mendukung pemekaran sebagai upaya mempercepat pembangunan daerah, termasuk pemekaran Provinsi Papua Barat Daya dari Papua Barat.

"Begitu pula pemekaran kabupaten/kota, namun tentu harus sesuai aturan yakni dengan memenuhi segenap persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan," sebut Gubernur.

Baca juga: Papua Terkini- Jokowi: Istana Presiden di Papua dibangun tahun depan

Terkait Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya, kata dia, merupakan salah satu janji politik yang ia kampanyekan saat maju pada Pilkada serentak tahun 2014.

"Bahkan jauh sebelum tahapan pemilu dimulai, sebagai kepala Suku Arfak saat itu saya sudah buat pernyataan mendukung pembentukan DOB, termasuk pemekaran Provinsi Papua Barat Daya,’’ ujar Dominggus.

Ia menjelaskan, udulan pemekaran sejumlah DOB di Papua Barat, sudah bergulir cukup lama. Proses tersebut mandek menyusul kebijakan moratorium yang dikeluarkan pemerintah pusat.

‘’Pertemuan presiden dengan 61 tokoh kemarin memberikan angin segar bagi pemekaran. Kalau memang presiden bilang pemekaran, maka kita dukung,’’ ujarnya lagi.

Baca juga: Anggota DPR ingatkan penanganan Papua harus komprehensif

Baca juga: Jokowi silaturahim dengan tokoh muda Papua inspiratif
Pewarta : Toyiban
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019