Ribuan pesilat PSH Winongo rayakan "Suran Agung"

Ribuan pesilat PSH Winongo rayakan

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu (kanan) bersama jajaran melakukan pemantauan rombongan pesilat PSH Winongo yang menghadiri kegiatan Suran Agung di Padepokan PSHW di Jalan Doho Kota Madiun, Minggu (15/9). (Dok/Humas Polres Madiun Kota)

Madiun (ANTARA) - Ribuan pesilat anggota Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Tunas Muda dari berbagai daerah merayakan Suran Agung di padepokan Jalan Doho, Kota Madiun, Jawa Timur dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1441 Hijriah.

Ketua Umum PSHW Tunas Muda, R Agus Wijono Santosa mengatakan pesilat yang mengikuti kegiatan Suran Agung tersebut diperkirakan mencapai 10.000 orang yang datang tidak hanya dari Madiun, tetapi juga dari luar daerah, seperti Ponorogo, Magetan, Ngawi, Trenggalek, hingga Nganjuk.

"Harapan kita semua, kegiatan Suran Agung tahun ini lancar. Para pesilat diminta untuk menjaga Madiun tetap kondusif dan merayakan Suran Agung sesuai kesepakatan," ujar Agus di Madiun, Minggu.

Baca juga: Pesilat Madiun siap laksanakan "Suran Agung" damai

Dalam Suran Agung, terdapat sejumlah kegiatan digelar. Di antaranya, peringatan hari lahir aliran Setia Hati (SH), ziarah makam pendiri SH, pembinaan para pesilat, dan silaturahmi antar-anggota pesilat setempat. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh anggota Forkopimda Kota Madiun.

Dalam kegiatan itu, Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota menyiagakan sebanyak 1.150 personel guna mengamankan suroan. Petugas itu merupakan gabungan dari anggota Polri, TNI, pemda, dan perwakilan sejumlah perguruan silat di Madiun yang juga dilibatkan.

Baca juga: Polres Madiun siap amankan kegiatan Suran Agung

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu meminta semua pihak menciptakan suasana kondusif di Kota Madiun selama bulan Suro dapat terjaga. Selain itu, semua kegiatan tradisi juga dapat terlaksana dengan aman dan lancar.

"Hal penting lainnya, seluruh anggota pesilat turut menjaga ketertiban kota. Sehingga Suran Agung berjalan lancar dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman. Kota Madiun harus aman," katanya.

Baca juga: Peserta "Suran Agung" Madiun capai 5.528 pesilat

Ia menambahkan, pemantauan dan pengawalan tetap dilakukan hingga para pesilat tersebut selesai mengikuti gelaran Suran Agung dan kembali ke wilayah masing-masing.

Kapolres mengimbau agar setelah kegiatan selesai rombongan segera kembali ke tempat asal dan anggota tetap tingkatkan kesiapsiagaan.

Sementara, Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan sebanyak 1.425 personel gabungan telah disiagakan guna mengamankan kegiatan suroan di wilayah hukum Polres Madiun.

Penjagaan ketat dilakukan di sejumlah titik perbatasan wilayah Kabupaten Madiun dengan Kota Madiun. Hal itu untuk merazia pesilat yang nekad masuk Kota Madiun dengan menggunakan sepeda motor dan membawa benda-benda terlarang, seperti senjata tajam, minuman keras, narkoba, dan atribut perguruan silat yang rawan mengundang konflik.

"Sesuai kesepakatan, pesilat boleh masuk Kota Madiun asalkan mengendarai kendaraan roda empat tertutup. Yang naik sepeda motor akan dihentikan oleh petugas dan diminta kembali ke daerah asal," kata Ruruh.

Sementara, meski telah dilarang, konvoi pesilat naik sepeda motor masih mewarnai perayaan Suran Agung 2019. Para pesilat tersebut melalukan konvoi sepulang dari kegiatan perayaan Suran Agung di padepokan.

Konvoi atau arak-arakan motor pesilat PSHW tersebut merupakan anggota pesilat yang berasal dari wilayah dalam Kota Madiun serta sejumlah daerah lain yang lolos masuk daerah kota meski telah dilakukan razia di beberapa titik. Iring-iringan konvoi tersebut mendapat pengawalan ketat dari gabungan personel Polri dan TNI setempat.
Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019