Pemkab Fakfak imbau mahasiswa bertahan di kota studi

Pemkab Fakfak imbau mahasiswa bertahan di kota studi

Aktivitas di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Jumat (13/9/2019). ANTARA/ Anita Permata Dewi

Fakfak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mengimbau mahasiswa dari daerah itu yang sedang menempuh pendidikan di sejumlah kota bertahan hingga studi berakhir.

Dalam siaran pers yang diterima ANTARA, Selasa, disebutkan bahwa Pemkab Fakfak tidak mengeluarkan perintah bagi mahasiswa untuk pulang. Situasi keamanan di kota pala itupun saat ini sudah sangat kondusif.

Mahasiswa diimbau untuk menjalani perkuliahan seperti biasa. Jika mengalami gangguan keamanan diminta segera menyampaikan laporan kepada aparat Kepolisian.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Fakfak Drs Ali Baham Temongmere menyebutkan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan aparat baik Polri maupun TNI untuk memastikan bahwa mahasiswa asal Fakfak mendapat jaminan keamanan di kota studi masing-masing.

Baca juga: Aktivitas masyarakat di Kabupaten Fakfak kembali normal
Baca juga: Kapolda : Situasi Kabupaten Fakfak sudah kondusif
Baca juga: Wagub Papua Barat: Prihatin insiden yang terjadi di Fakfak


Ia berharap mahasiswa tak terpengaruh hoaks serta terprovokasi oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Situasi keamanan di daerah itupun saat ini sudah sangat kondusif.

Terkait kerusuhan di Fakfak pada 21 Agustus lalu, kata Ali, semua sudah ditangani secara baik. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri terus berkoordinasi menjaga situasi keamanan.

"Terkait pelaku kerusuhan kami serahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum. Pelaku kejahatan harus menjalani konsekuensi hukum," sebut Ali.

Sedangkan terkait pembakaran Pasar Thumbuni, pemerintah daerah sudah menyerahkan data pedagang korban kerusuhan itu kepada Kementerian Sosial. Kemensos pun sudah menyiapkan bantuan sekitar Rp 5 miliar.

Data pedagang korban kerusuhan Pasar Thumburuni sebanyak 1021 orang. Diperkirakan, setiap pedagang akan mendapat bantuan sebesar Rp5 juta.
Pewarta : Toyiban
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019