Polisi Sidoarjo selidiki penemuan mayat ibu dan bayi

Polisi Sidoarjo selidiki penemuan mayat ibu dan bayi

Lokasi penemuan mayat di Pepelegi Waru Sidoarjo (Ist)

Sidoarjo (ANTARA) - Petugas Kepolisian Sektor Waru, Sidoarjo, Jawa Timur mendalami kasus penemuan mayat seorang ibu beserta bayi di lahan kosong kawasan Pepelegi Indah, Sidoarjo.

Kepala Kepolisian Sektor Waru Sidoarjo, Komisaris Polisi, Saibani di Sidoarjo, Jumat mengatakan, dua mayat yang ditemukan tersebut diduga merupakan seorang perempuan yang melahirkan di lahan kosong.

Baca juga: Polisi sebut kondisi lima warga Ilaga korban penembakan makin membaik
Baca juga: Polisi janji usut pabrik cemari udara di Cilincing


"Kami terus memeriksa sejumlah orang saksi terkait dengan kejadian itu, termasuk mencari identitas dari mayat yang ditemukan tersebut," katanya.

Ia menjelaskan, saat ditemukan diduga korban melahirkan di semak-semak dan tidak tertolong.

"Jenazah ini diperkirakan meninggal sudah tiga atau empat hari lalu," katanya.

Ia mengatakan, begitu mengetahui adanya laporan penemuan mayat, petugas langsung datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap mayat tersebut.

"Saat ini mayat perempuan itu berada di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, termasuk mayat anaknya yang diduga baru dilahirkan," katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya belum menemukan apakah mayat tersebut meninggal dunia karena faktor lainnya atau korban pembunuhan.

"Proses penyelidikan masih terus dilakukan. Dugaan kami, mayat tersebut meninggal dunia karena kehabisan darah saat melahirkan," ujarnya.

Sementara itu, petugas keamanan perumahan Zaenal menjelaskan, mayat itu pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung yang hendak mencari barang bekas.

"Saat mencari barang bekas, pemulung itu mencium bau busuk. Ketika dicari ternyata mayat perempuan dan anaknya. Dugaan memang usai melahirkan," katanya.

Baca juga: Polisi segel dua perusahaan sawit di Kapuas Hulu
Baca juga: Polisi halau mundur pengunjuk rasa di depan gedung KPK
Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019