Hujan berpotensi mengguyur dua kecamatan di Kotawaringin Timur

Hujan berpotensi mengguyur dua kecamatan di Kotawaringin Timur

Hujan ditunggu warga Kalteng sehingga kabut asap seperti di kawasan ikon Jelawat di pinggir Sungai Mentaya Sampit, bisa berakhir. ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Hujan berpotensi mengguyur dua kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yaitu Kecamatan Antang Kalang dan Kecamatan Cempaga Hulu, pada Sabtu sore dan malam.

"Ini kemungkinan imbas hasil modifikasi cuaca (hujan buatan). Mudah-mudahan saja hujan turun," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Haji Asan Sampit Nur Setiawan di Sampit, Sabtu.

Hujan di Kecamatan Antang Kalang berpotensi terjadi antara pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB. Hujan yang berpotensi terjadi hanya hujan ringan.

Baca juga: Hujan buatan berhasil turun di Riau

Sementara itu hujan berpotensi terjadi di Kecamatan Cempaga Hulu antara pukul 16.00 WIB sampai 22.00 WIB. Curah hujannya diprediksi juga dalam skala ringan.

"Saat ini potensi curah hujan masih rendah. Namun munculnya potensi hujan menjadi kabar gembira karena diharapkan bisa secara bertahap memadamkan kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Potensi hujan belum merata dan masih kecil. Selain imbas modifikasi cuaca hujan buatan, diharapkan juga muncul awan hujan secara alami agar kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap benar-benar berakhir.

Nur Setiawan mengatakan, pekan depan hujan berpotensi terjadi di Kotawaringin Timur. Hujan harapkan merata sehingga bisa membantunya pemadaman kebakaran hutan lahan serta mengurangi dampak kekeringan yang terjadi saat ini.

"Diperkirakan tanggal 24 sampai 27 September nanti wilayah Kotawaringin Timur berpotensi hujan ringan hingga sedang. Mudah-mudahan ini bisa membantu memadamkan kebakaran lahan," tambah Nur Setiawan.

Baca juga: 50 ton garam disiapkan untuk modifikasi cuaca di Kalimantan Barat

Modifikasi cuaca yang dipusatkan di Palangka Raya diharapkan membawa hasil optimal dengan turunnya hujan deras dan merata. Namun masyarakat tetap diingatkan waspada karena kemarau diperkirakan terjadi hingga akhir Oktober nanti.

Sementara itu, data BMKG Stasiun Haji Asan Sampit pukul 13.00 WIB, jarak pandang di daerah itu mencapai 1.500 meter. Kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat dengan kadar pencemaran 247.148 mikrogram per meter kubik.

Baca juga: Panglima TNI: Modifikasi cuaca efektif kurangi bencana asap di Riau
Baca juga: BPPT: Kurangi kepekatan polutan dengan cara mengganggu atmosfer
Pewarta : Kasriadi/Norjani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019