Menhan sebut Indo-Pasifik sebagai sentra perebutan pengaruh ideologis

Menhan sebut Indo-Pasifik sebagai sentra perebutan pengaruh ideologis

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal (Purn.) Ryamizard Ryacudu usai memberikan pidato saat membuka acara Jakarta "Geopolitical Forum III: From World Disarray Toward A New Normal" yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional di Jakarta, Kamis (26/9/2019). ANTARA/Aria Cindyara

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal (Purn.) Ryamizard Ryacudu menyebut kawasan Indo-Pasifik sebagai sentra geopolitik dan geoekonomi dunia yang akan terus menjadi tempat ajang perebutan pengaruh ideologis.

“Empat puluh persen ekonomi dunia, atau 5,8 triliun dolar Amerika Serikat mengalir, berjalan di Indo-Pasifik dengan kekayaan alam yang melimpah. Oleh karena itu Indo-Pasifik akan senantiasa menjadi sentra geopolitik dan geokonomi dunia,” kata Ryamizard saat memberikan pidato pembuka dalam acara Jakarta Geopolitical Forum III: From World Disarray Toward A New Normal yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional di Jakarta, Kamis.

Karena alasan tersebut, dia juga menyebut Indo-Pasifik sebagai kawasan yang dijadikan ajang perebutan pengaruh ideologis oleh negara-negara adidaya untuk mewujudkan berbagi tujuan dan kepentingan.

Baca juga: Indonesia perlu dorong kejelasan fungsi pandangan Indo-Pasifik ASEAN

Meski dihadapkan dengan tantangan-tantangan itu, Ryamizard meyakini harapan dan peluang kerja sama yang produktif akan lebih besar dari ancaman yang ada di kawasan. Dia pun mengajak seluruh negara-negara Indo-Pasifik, terutama untuk bersama-sama menjaga kawasan.

“Kalau ini rusak, kacau, ekonomi lain pasti akan rusak juga. Harus dijaga, kita yang menjaga,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN merupakan penjaga utama kawasan Indo-Pasifik.

Baca juga: Menhan: perangi teroris jadi dasar bangun kerja sama Indo-Pasifik

“ASEAN merupakan sebuah keajaiban dunia dan harapan bagi Indo-Pasifik, karena dapat bersatu selama 52 tahun meski memiliki ragam dan perbedaan yang mendasar, baik dari segi agama, etnis, budaya, bahasa, lokasi, dan kepentingan,” ujarnya.

Jakarta Geopolitical Forum III 2019 merupakan acara internasional yang mengundang sejumlah pembicara dari lima negara, yakni Prancis, Australia, Amerika Serikat, China, dan Rusia, untuk membahas isu-isu geo-politik dan geo-ekonomi, serta keamanan internasional.

Baca juga: Adopsi dokumen pandangan Indo-Pasifik cerminkan sentralitas ASEAN

 

Wapres JK dorong kerjasama di Kawasan Indo-Pasifik

 

Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019