Vokasi UI latih aparatur desa di Bogor

Vokasi UI latih aparatur desa di Bogor

Gedung Rektorat UI. (ANTARA/Foto: Feru Lantara/dok)

Depok (ANTARA) - Vokasi Universitas Indonesia (UI) menjalankan Program Pengabdian Masyarakat dengan memberikan pelatihan dan bimbingan teknis terkait akuntansi desa, administrasi perkantoran serta pengarsipan bagi para aparatur desa di Kabupaten Bogor.

"Ini upaya Vokasi UI untuk menciptakan aparatur desa yang handal yang memiliki kompetensi standar di dalam mengelola dana desa. Adapun kegiatan tersebut dilakukan di Desa Bantarsari Kabupaten Bogor selama kurun waktu dua bulan yang dimulai pada 3 Oktober 2019," kata Ketua Tim Pengmas Vokasi UI Dyah Safitri di Kampus Vokasi UI Depok, Rabu.

Program pengabdian masyarakat yang bertajuk “Menuju Good Village Governance melalui Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Desa” ini dijalankan oleh 3 dosen Vokasi UI dan 7 mahasiswa Vokasi UI serta diikuti oleh 50 orang aparatur masing-masing desa se-Kecamatan Ranca Bungur.

Tiap desa mengirimkan wakil yaitu Kaur Keuangan, Tata Usaha, Bagian Layanan dan Sekretaris Desa. Tim Pengmas Vokasi UI memberikan pengetahuan baru tentang Siskeudes 2.0, layanan prima menggunakan customer feedback elektronik dan berbasis teknologi informasi dan komunikasi serta pengelolaan kearsipan desa yang dikaitkan dengan sistem informasi kearsipan daerah.

Baca juga: Vokasi UI membina 12 desa di Karawang

Diharapkan, dengan adanya dukungan dari Tim Pengmas Vokasi UI di dalam pemberdayaan SDM aparatur desa itu, kucuran dana desa dapat dikelola dengan baik dan meningkatkan geliat perekonomian desa menjadi semakin tumbuh dan berkembang.

Dengan demikian, tercapai desa dengan tata kelola yang baik (good village governance) yang tentu menjadi keinginan seluruh desa di Indonesia.

“Secara keseluruhan program ini berlangsung melalui beberapa tahapan mulai dari observasi ke lapangan yang melibatkan mahasiswa dan dosen pengabdi, diskusi dengan aparatur desa yaitu kepala desa, sekdes, dan bendahara desa,” kata Dyah.

Selanjutnya diadakan focus group discussion (FGD) di Kabupaten Bogor seminggu sebelum acara bimbingan teknis. Setelah bimbingan teknis, masih ada kegiatan pendampingan kepada aparat desa untuk memastikan materi yang diberikan dapat dioperasionalkan di lapangan.

Baca juga: UI gandeng kader milenial atasi pernikahan dini di Belitung Timur
Baca juga: Dosen Vokasi UI kembangkan jamu sinom khas Mojokerto
Baca juga: UI ciptakan inovasi Ramumbu hilangkan bau sampah menyengat
Pewarta : Feru Lantara
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019