Jaksa Agung: Berhenti jadi penegak hukum yang cari keuntungan pribadi

Jaksa Agung: Berhenti jadi penegak hukum yang cari keuntungan pribadi

Ketua KPK Agus Rahardjo (kedua kiri) menyampaikan pendapat disaksikan (dari kiri) Ketua BPK Agung Firman Sampurna, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Polhukam Mahfud MD, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo saat diskusi panel I Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Panel I itu membahas sinergi penegakan hukum dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama.

Bogor (ANTARA) - Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta agar oknum penegak hukum yang selama ini suka mencari keuntungan pribadi menggunakan jabatannya agar berhenti melakukan tindakan itu.

"Saya sadar, itu untuk semua itu (institusi penegak hukum), masih ada oknum-oknum di penegak hukum ini masih memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi, saya minta hentikan itu," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin saat Rakornas Forkompinda di SICC, Bogor, Rabu.

Baca juga: Jaksa Agung: Kinerja kejaksaan dinilai bebasnya daerah dari korupsi

Baca juga: Jaksa Agung: Tidak ada lagi target operasi

Baca juga: Jaksa Agung janji akan hitung untung dan rugi TP4 dan TP4D

Baca juga: Kejagung kaji perda hambat investasi

Baca juga: Jaksa Agung tegaskan tidak akan bawa Kejaksaan ke arah politik

Setiap penegak hukum mesti mendukung terciptanya penegak hukum yang transparan, akuntabel dan bebas dari praktik-praktik korupsi.

Sementara itu bagi jajarannya, Jaksa Agung menyoroti agar tidak ada lagi orang-orang yang menjadi target operasi dalam kasus korupsi.

"Tidak ada lagi karang-mengarang siapa lagi untuk memenuhi (penilaian kinerja)," katanya.

Para jaksa di daerah juga diingatkan untuk tidak "bermain-main" dengan kewenangan monitoring peraturan daerah.

"Laksanakan monitoring terhadap peraturan daerah yang menghambat investasi, kita memiliki kewenangan legal audit, lakukan audit terhadap perda-perda yang menghambat investasi. Jangan sekali-kali bermain di situ," ujarnya.

Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019