Tercatat, 22.985 ekor babi mati di Sumut akibat "hog cholera"

Tercatat, 22.985 ekor babi mati di Sumut akibat

Bangkai babi ditemukan di Danau Siombak, Kota Medan, Sumatera Utara. ANTARA/Nur Aprilliana Br. Sitorus

Medan (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Utara mencatat hingga Sabtu sebanyak 22.985 ekor babi mati di Sumut akibat virus hog cholera atau kolera babi.
 
"Sampai saat ini, kematian babi positif karena hog cholera. ASF masih menunggu dari Menteri Pertanian," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKPP Sumut Mulkan Harahap, di Medan, Sabtu.
 
Angka 22.985 babi yang mati tersebut menyebar di 16 kabupaten, yakni di Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Tebing Tinggi, Siantar, dan Langkat.

Baca juga: Virus Hog Cholera sudah menyebar di 16 Kabupaten Kota di Sumut

Baca juga: Mentan akan isolasi daerah terjangkit virus Kolera Babi

Baca juga: Pakar: Bangkai babi yang dibuang ke sungai bisa picu infeksi
 
Menurut dia, dari 16 Kabupaten yang terdapat kematian babi, Deli Serdang merupakan yang tertinggi dengan angka 6.997 ekor, sedangkan yang tercatat kematian paling sedikit di Pematang Siantar sebanyak 12 ekor.
 
"Padahal sebenarnya kematian babi akibat hog cholera pertama kali diketahui terjadi di Dairi pada tanggal 25 September," ujarnya.
 
Mengantisipasi meningkatnya jumlah angka kematian babi, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menyemprotkan disinfektan, membuka posko, penguburan bangkai babi, dan mencegah masyarakat membuang bangkai babi secara sembarangan.
 
"Kami masih terus melakukan sosialisasi, penguburan tetap terhadap bangkai babi," katanya.
Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 1970