Gapkindo Kalbar : Dampak COVID-19 semakin tekan harga karet

Gapkindo Kalbar : Dampak COVID-19 semakin tekan harga karet

Ketua Gapkindo Kalbar, Jusdar (ANTARA/Dedi)

Pontianak (ANTARA) - Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Kalbar, Jusdar menyebutkan bahwa dampak wabah COVID -19 saat ini semakin menekan harga karet.

"Kita tidak bisa dipungkiri, dampak COVID-19 bisa membuat harga karet saat ini semakin anjlok," ujarnya di Pontianak, Selasa.

Ia menyebutkan untuk harga karet di awal tahun di pasar internasional sekitar 1,4 dolar AS per kilogram. Namun saat ini harga karet hanya di kisaran 1,06 dolar AS per kilogram.

Baca juga: Harga getah karet di Ogan Komering Ulu anjlok di tengah COVID-19

"Turunnya harga karet karena permintaan karet di dunia semakin turun. Hal itu karena produksi produk dari karet mulai ditahan lantaran beberapa industri tutup atau tidak produksi sementara seperti pabrik ban dan lainnya. Otomatis kalau industri yang menyerap ban tidak operasional maka permintaan turun dan karet kita tidak terserap," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kalbar, Heronimus Hero menyebutkan bahwa selain faktor pasar dunia harga karet juga dipengaruhi oleh kualitas yang dihasilkan masyarakat. Menurutnya jika produk hasil karet baik tanpa campuran yang semestinya tidak ada maka harga juga akan lebih tinggi.

"Dampak COVID-19 memang tidak kita pungkiri. COVID-19 bisa membuat ekonomi bergejolak, permintaan barang produksi turun termasuk terhadap komoditas karet," jelas dia.

Baca juga: Produksi pabrik karet di Sumatera Selatan berkurang 35 persen

Selain faktor kualitas karet yang rendah, faktor rantai pasar karet dari petani ke pabrik sangat panjang. Sehingga biaya logistik dan margin dari pasar yang panjang bisa memangkas harga di tingkat petani.

"Rantai pasar karet yang panjang menyebabkan harga di petani rendah. Nah, untuk itu kita akan memulai dan bekerjasama dengan Gapkindo Kalbar melihat sejauh peta persoalan dan solusi apa yang bisa diberikan ke petani agar nilai tukar petani sektor perkebunan semakin baik," katanya.

Harga karet saat ini di tingkat petani hanya di kisaran Rp8.000 per kilogram. Hal itu terpantau seperti di Kabupaten Sambas. Satu di antara petani di Sambas, Dartinjo mengeluhkan bahwa saat ini harga karet semakin rendah. Sedangkan di sisi lainnya kebutuhan pangan masyarakat pasti meningkat.

"Kita tentu butuh perhatian pemerintah bagaimana harga karet bisa baik lagi. Kalau karet harga di bawah Rp10.000 per kilogram maka petani karet akan berat memenuhi kebutuhan sehari - harinya," kata dia.
Pewarta : Dedi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020