Polda Kalbar ringkus napi asimilasi karena melakukan pencurian

Polda Kalbar ringkus napi asimilasi karena melakukan pencurian

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat meringkus tiga pelaku kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah Kabupaten Kubu Raya, satu pelaku diantaranya seorang napi asimilasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak, 6 April 2020 lalu.  (Istimewa)

Pontianak (ANTARA) - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat meringkus tiga pelaku kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah Kabupaten Kubu Raya, satu pelaku diantaranya seorang napi asimilasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak, 6 April 2020 lalu.

Direktur Reskrimum Polda Kalbar, Kombes (Pol) Veris Septiansyah di Pontianak, Selasa, mengatakan penangkapan tersangka pencurian ini dilakukan oleh Unit II Resmob Polda Kalbar bersama dengan Polsek Sungai Raya, 13 April 2020 lalu.

"Terungkapnya kasus curat itu, atas laporan pencurian sebuah handphone di Jalan Parit Tengkorak, Gang Perdana Kubu Raya, yang langsung ditindaklanjuti oleh Tim Resmob dengan melakukan konsolidasi bersama Polsek Sungai Raya untuk melakukan penyisiran di wilayah tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Veris.

Baca juga: Menkumham: Napi asimilasi-integrasi yang berulah diancam sanksi berat

Ia melanjutkan, dari hasil penyisiran dan mengumpulkan informasi dari masyarakat. Tim Resmob mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku berada di daerah Parit Baru, Kubu Raya.

"Sekitar pukul 20.00 WIB, dilakukan penangkapan terhadap tiga pelaku curat itu, di depan Minimarket di Daerah Parit Baru, yakni berinisial GR (23), MT (22), dan ES (27). Salah satu tersangka pencurian yaitu GR baru saja mendapatkan asimilasi atau pembebasan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pontianak untuk mengantisipasi penyebaran wabah COVID-19," ungkapnya.

Dari hasil pengembangan Tim Resmob terhadap tersangka GR. Setidaknya ia sudah melakukan empat kali aksi pencurian semenjak mendapatkan pembebasan yang menyasar perumahan di wilayah Kubu Raya.

“GR ini, baru mendapatkan asimilasi dari Lapas II Pontianak tanggal 6 April 2020. Dan saat dilakukan pengembangan oleh Resmob, GR setidaknya sudah empat kali melakukan aksi kejahatan, mulai tanggal 8 April 2020 atau dua hari setelah bebas sudah mencuri lagi," ungkap Veris.

Dia menambahkan, untuk aksi lainya, GR melakukan pada tanggal 9 April diwilayah Tanjung Hulu, 11 April di Jalan Parit Bugis, dan 13 April 2020 di Jalan Parit Tengkorak, saat ini emua barang bukti berupa handphone dengan berbagai merk sudah diamankan.

Saat ini para pelaku masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar untuk diproses hukum lebih lanjut, kata Veris.

Baca juga: Pengamat minta bapas lebih efektif tetapkan pembebasan bersyarat
Baca juga: Napi pidsus Papua Barat dipastikan tidak terima asimilasi
Pewarta : Andilala
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020