Universitas Jember gagas KKN Tematik COVID-19

Universitas Jember gagas KKN Tematik COVID-19

Poster KKN tematik COVID-19 di Unej (ANTARA/HO-LP2M Unej)

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Universitas Jember (Unej) menggagas kegiatan kerja nyata (KKN) tematik Coronavirus disease (COVID-19) dengan menerjunkan mahasiswa di kampung halaman selama masa pandemi virus Corona.

"Dengan adanya bencana pandemi COVID-19 yang mengharuskan adanya physical/social distance juga berdampak pada model KKN yang akan dijalankan di perguruan tinggi, " kata Ketua Pusat KKN LP2M Unej Ali Badrudin dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu.

Menurutnya salah satu yang akan dikonsep dalam model KKN itu dilakukan secara mandiri (individu) dan dilakukan di lokasi domisili (kampung halaman) mahasiswa yang bersangkutan atau memilih di luar domisili dengan alasan tertentu.

"Program dan kegiatan KKN tematik COVID-19 difokuskan pada upaya mendukung penanganan saat wabah virus corona melalui beberapa opsi tematik yang ditentukan," tuturnya.

Ia menjelaskan opsi yang ditawarkan kepada mahasiswa yakni program kemanusiaan pencegahan COVID-19 yang meliputi aktivitas edukasi kesehatan serta bakti sosial kepada masyarakat saat pandemi corona yang akan dikordinasikan oleh Pusat COVID.

Kemudian program pemberdayaan wirausaha masyarakat terdampak COVID-19 dapat berupa pendampingan pada Individu/kelompok masyarakat atau pada UMKM yang terdampak COVID19 baik melalui pelatihan wirausaha, maupun pemasaran rencana kerja sama dengan Kementerian desa, USAID, KOMPAK dan Start Up Sophee.

"Program ketiga yakni kegiatan inovasi teknologi atau informasi, sehingga mahasiswa bisa separuh waktu KKN dengan menyiapkan aplikasi teknologi berupa teknologi informasi, pertanian, dan kesehatan yang dapat diterapkan di masyarakat terdampak COVID-19, dan separuh waktunya untuk penerapan kepada masyarakat dengan harapan bermanfaat bagi masyarakat pada saat pandemi corona.

Baca juga: 600 mahasiswa Unand ikuti KKN tematik pencegahan stunting

Baca juga: 40.000 mahasiswa ikuti KKN tematik kewirausahaan


Keempat yang ditawarkan yakni program kegiatan pemberdayaan Bumdes/pemerintahan desa dalam memperkuat jaring pengaman sosial desa saat terjadinya pandemi COVID-19.

"Kegiatan itu terkait upaya untuk mendukung pemerintahan desa dan Bumdes dalam upaya implementasi program pengaman sosial desa dampak dari pandemi terutama membantu pemberdayaan Bumdes dalam peningkatan layanan maupun usaha untuk penanganan COVID-19 dengan menggandeng Kementerian Desa, USAID, KOMPAK, dan juga Start UP Tokopedia dan Sophee," katanya.

Opsi KKN tematik yang lain yakni program kegiatan juga bisa dalam bentuk inovasi pembelajaran terutama anak sekolah pendidikan dasar dan menengah yang terdampak COVID-19.

"Kegiatan itu meliputi inovasi untuk membantu edukasi pada anak-anak sekolah dasar dan menengah sebagai dampak diberlakukan nya kebijakan belajar mandiri di rumah. Program itu rencananya juga akan menggandeng KOMPAK dan juga Start Up terkait pendidikan misal Quipper," ujarnya.

Ali menjelaskan semua program yang dikonsep mahasiswa hendaknya mengikuti protokol dan aturan pemerintah dalam masa physical/social distance dimana meminimalisir aktifitas pertemuan fisik, atau kegiatan dijalankan dengan mengikuti standart protokol kesehatan.

"LP2M Unej akan menerbitkan Pedoman dan Protokol selama KKN, serta menyiapkan infrastruktur sistem aplikasi untuk pembekalan, pemantauan mahasiswa dan bahkan pelatihan masyarakat secara online," ujarnya.

Menurutnya program KKN tetap menggunakan durasi waktu 45 hari dengan perkiraan waktu antara bulan Juni - Juli 2020 (jadwal tentatif menunggu info lebih lanjut) dan mengikuti pedoman yang telah ditetapkan.

Saat ini, lanjut dia, dilakukan registrasi ulang kurang lebih 4.000 mahasiswa yang sudah terdaftar sebagai calon peserta KKN sebelum pandemi COVID-19. Registrasi ulang itu untuk mengetahui pilihan program KKN yang diambil mahasiswa beserta gambaran umumnya yang akan dilakukan, dan sebaran lokasi/ domisili mahasiswa saat ini yang akan dipilih sebagai lokasi KKN.

"Rencana setelah ada peta sebaran maka akan ditentukan dosen pembimbing dan sekaligus distribusi materi pembekalan dan juga kelas pembekalan secara daring berdasarkan opsi tema yang dipilih," katanya.

Baca juga: Kementerian PUPR-UGM kerja sama KKN tematik perumahan
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020