Pemkab Cianjur tutup operasional pertokoan kecuali sembako

Pemkab Cianjur tutup operasional pertokoan kecuali sembako

Pemkab Cianjur, Jawa Barat, menempelkan stiker imbauan bagi toko pakaian untuk tutup sementara selama PSBB parsial tahap dua diberlakukan karena masih tingginya aktivitas warga, Senin (25-5-2020). ANTARA/Ahmad Fikri

Cianjur (ANTARA) - Pemkab Cianjur, Jawa Barat, menutup aktivitas pertokoan kecuali sembako sebagai upaya memaksimalkan PSBB parsial kedua yang masih banyak dilanggar warga dengan tidak mengindahkan larangan keluar rumah dan berkerumun tanpa menjaga jarak serta tidak mengunakan masker.

Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman saat dihubungi, Senin, mengatakan bahwa petugas telah menyosialisasikan pemberlakuan larangan tersebut dengan memasang stiker tutup bagi toko pakaian dan toko lainnya yang bukan menjual sembako, termasuk toko yang berada di dalam pusat perbelanjaan dan mal.

"Hanya toko sembako yang diperbolekan buka, sedangkan yang lainnya baik pertokoan tengah kota atau toko pakaian di dalam pusat perbelanjaan modern tutup, termasuk toko pakaian dan kebutuhan sekunder lainnya di pasar tradisional harus tutup. Khusus toko dan kios sembako, tetap buka dengan batas waktu," katanya menjelaskan.

Baca juga: Polres Cianjur perketat pemeriksaan kendaraan pemudik

Toko/kios sembako di pasar tradisional tetap buka mulai pagi hingga malam. Hal ini sebagai upaya maksimal dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 serta mempersempit ruang gerak warga selama pemberlakuan PSBB parsial di 16 kecamatan di Cianjur.

Masalahnya, kata Herman, hingga saat ini masih terlihat kerumunan warga di pusat pertokoan dalam kota dan stan pakaian di pusat perbelanjaan.

"Mulai besok (26/5), toko pakaian dan stan pakaian akan ditutup untuk mengurangi kerumunan. Hal yang sama juga diterapkan di kecamatan yang diberlakukan PSBB parsial tahap dua," katanya.

Ia menegaskan bahwa pemilik atau pengelola harus mematuhi larangan tersebut. Jika melanggar, akan dikenai sanksi tegas sampai pencabutan izin.

"Kami berharap upaya cepat penanganan COVID-19 dapat dilakukan secara maksimal sehingga Cianjur kembali ke zona hijau dengan nol kasus," katanya.

Baca juga: DPRD Cianjur minta PSBB tak diperpanjang karena kurang maksimal

Pantauan ANTARA pada hari kedua (H 2) Lebaran, aktivitas warga di jalan protokol dan pertokoan serta pusat perbelanjaan masih tinggi. Bahkan, antrean warga masih terlihat di pusat kota, tepatnya di lokasi pertokoan yang menjual kebutuhan Lebaran, seperti toko pakaian dan sepatu di Jalan Mangunsarkoro dan di pusat perbelanjaan Jalan Abdulah bin Nuh Cianjur.

Pewarta : Ahmad Fikri
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020