Kementerian PUPR lancarkan sarana logistik, dukung penanganan COVID-19

Kementerian PUPR lancarkan sarana logistik, dukung penanganan COVID-19

Situasi arus lalu lintas dalam infrastruktur jalan nasional dan jembatan melalui Program Padat Karya untuk membantu masyarakat meningkatkan kelancaran distribusi logistik. ANTARA/HO-Kementerian PUPR/am.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mendukung penanganan pandemi COVID-19, salah satunya dengan meningkatkan kelancaran distribusi logistik.

“Kami tetap berkomitmen untuk menjaga kemantapan infrastruktur jalan dan jembatan, termasuk melalui Program Padat Karya untuk membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan selama masa pandemi COVID-19,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Upaya meningkatkan kelancaran distribusi logistik tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR salah satunya melalui pemeliharaan atau preservasi jalan.

Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan bahwa di tengah Pandemi COVID-19 Kementerian PUPR melalui balai-balai Direktorat Jenderal Bina Marga tetap melakukan preservasi jalan guna meningkatkan kelancaran distribusi logistik baik bahan pangan maupun alat kesehatan.

Baca juga: Menteri PUPR apresiasi pelaksanaan padat karya saat pandemi COVID

Preservasi yang dilakukan berupa pemeliharaan rutin, rekonstruksi jalan, dan pelebaran jalan menuju standar.

Sebagai bentuk mitigasi pandemi COVID-19 Direktorat Jenderal Bina Marga juga mempercepat pelaksanaan program Padat Karya Tunai (PKT) melalui kegiatan pemeliharaan jalan dan atau pemeliharaan jembatan, guna menunjang kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang dibayarkan secara tunai mingguan. Ditargetkan melalui program ini dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 17.157 orang dengan estimasi anggaran Rp629 miliar.

Jenis pekerjaan yang dilakukan dengan skema PKT di antaranya pembersihan saluran (drainase), pembersihan bangunan pelengkap (jembatan), pembersihan perlengkapan jalan (patok dan rambu), pengecatan sederhana kerb/median, pengecatan sederhana pada jembatan dan pengendalian tanaman/pemotongan rumput pada bahu jalan.

Di samping itu Kementerian PUPR juga membeli karet langsung dari petani untuk campuran aspal senilai Rp100 miliar di 10 provinsi produsen karet dan pembelian resin untuk marka jalan senilai Rp25 miliar.

Baca juga: Pemerintah alokasikan Rp18,44 triliun untuk program padat karya

 
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020