Tiga tersangka pengambilan paksa jenazah COVID-19 di Ambon wajib lapor

Tiga tersangka pengambilan paksa jenazah COVID-19 di Ambon wajib lapor

Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan PP Lease, Iptu Titan Firmansyah mengatakan, polisi telah menahan tujuh tersangka pelaku yang diduga melakukan aksi pengambilan paksa jenazah COVID-19, sementara tiga tersangka lainnya masih dikenakan wajib lapor. ANTARA/Daniel Leonard/am.

Ambon (ANTARA) - Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease  Iptu Titan Firmansyah mengatakan tiga dari sepuluh orang yang menjadi tersangka kasus dugaan pengambilan jenazah COVID-19 secara paksa tidak ditahan tetapi mereka dikenakan wajib lapor.

"Hanya tujuh orang yang langsung ditahan saat ditetapkan polisi sebagai tersangka sementara tiga lainnya wajib lapor," katanya di Ambon, Kamis.

Sepuluh tersangka ini masing-masing berinisial AM, HL, BY, SI, SU, AD, dan ST berjenis kelamin laki-laki, sementara tiga perempuan lainnya adalah NI, YN, serta MO.

Namun polisi tidak bersedia merinci siapa saja tiga tersangka pelaku tersebut yang hanya dikenakan wajib lapor maupun penjelasan resmi alasan dan jaminan mereka tidak ditahan.

Baca juga: Keluarga tak bisa pindahkan jenazah PDP Pekanbaru meski negatifcorona
Baca juga: TNI-Polri NTB siaga di rumah sakit cegah penjemputan jenazah COVID-19


Pejabat Dinas Kesehatan Kota Ambon juga mengakui telah mengambil swab para tersangka untuk diperiksa terkait penghadangan mobil ambulans dan pengambilan secara paksa jenazah COVID-19 di Jalan Jenderal Sudirman akhir Juni kemarin.

Sayangnya pejabat Dinkes Kota Ambon tidak menyebutkan hasil pelacakan yang dilakukan terhadap keluarga pasien atau almarhum HK maupun para tersangka penghadangan, dan mereka mengaku telah menyerahkan hasil swab ke polisi.

Kapolreta Pulau Ambon Kombes Pol Leo SN Simatupang sebelumnya telah menjelaskan penetapan para tersangka dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan saksi dan menggelar perkara pascainsiden tersebut.

Baca juga: Jenazah PDP COVID-19 dibawa kabur keluarga di Medan ternyata positif
Baca juga: Polisi tetapkan 8 tersangka pengambilan paksa jenazah COVID-19


Para tersangka ini diduga terlibat kasus penghadangan dan pengambilan paksa jenazah COVID-19 serta aksi pengeroyokan dan penganiayaan seorang tenaga medis di RSUD dr M Haulussy Ambon pada hari yang sama.

Menurut Kapolresta, tersangka dijerat telah melanggar pasal 214 KUHPidana juncto pasal 93 Undang-Undang RI nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina dengan ancaman hukuman penjara selama tujuh tahun.

Seperti diketahui, TIM Gugus Tugas yang akan melakukan pemakaman jasad korban di TPU Hunuth dengan menggunakan protokol kesehatan COVID-19 tiba-tiba dicegat sekelompok orang saat mobil ambulans yang membawa jasad HK berada di jalan Jenderal Sudirman pada Jumat, (26/6) 2020.

Baca juga: Dewan kesal cara pemakaman jenazah COVID-19

Korban yang diketahui berinisial HK ini meninggal dunia di RSUD dr M Haulussy Ambon pada pukul 08:00 WIT.

Satreskrim Polresta Pulau Ambon didukung Satintelkam Polsek Sirimau dan Resmob Polda Maluku langsung melakukan pengembangan terhadap pelaku penghadangan yang semula hanya satu orang berinisial AM.

Polisi yang turun ke lokasi kejadian memeriksa tiga orang saksi, menganalisa video dan medsos, hingga akhirnya menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam insiden penolakan jenazah yang akan dimakamkan secara protokol kesehatan penanganan COVID-19 tersebut.
 
Pewarta : Daniel Leonard
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020