KPK apresiasi Kemendes PDTT soal penyaluran BLT Dana Desa

KPK apresiasi Kemendes PDTT soal penyaluran BLT Dana Desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Abdul Halim Iskandar berbicara dalam acara Transpransi BLT Dana Desa dan Reformasi Birokrasi di Jakarta, Kamis (9/7/2020). ANTARA/HO-Humas Kemendes PDTT

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) atas program penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang mereka lakukan.

"Sekarang KPK di sini, kami ingin kita berjalan bersama-sama. Ini jalannya masih ada di rel yang kita sepakati bersama menurut regulasi yang ada," kata Komisioner KPK Nawawi Pomalongo di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Kamis.

Apresiasi tersebut ia sampaikan saat dirinya mengunjungi Kemendes PDTT untuk mendengar paparan terkait perkembangan penyaluran BLT Dana Desa.

Nawawi mengapresiasi program BLT Dana Desa tersebut karena memiliki tujuan yang sangat baik, yaitu untuk membantu meringankan beban masyarakat desa yang terkena dampak COVID-19.

Baca juga: Masih ada desa diblokir, Mendes ke KPK: BLT belum 100 persen tersalur
Baca juga: Semua desa di Bantul diminta musdesus penetapan KPM BLT Dana desa


Selain itu, Nawawi juga memuji pelaksanaan program tersebut karena dilakukan secara transparan dilengkapi dengan data-data yang rinci terkait perkembangannya penyalurannya, maupun data terkait latar belakang keluarga penerima manfaat (KPM) BLT Dana Desa tersebut.

Selama kunjungan ke Kemendes PDTT, Nawawi didampingi pimpinan KPK lainnya seperti Nurul Ghufron dan Lili Pintauli Siregar.

Sementara itu, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam paparan itu menjelaskan bahwa berdasarkan data penyaluran BLT Dana Desa dari awal pandemi COVID-19 hingga 8 Juli 2020 telah ada sekitar 74.865 desa yang telah menerima Dana Desa, atau 99 persen dari total 74.953 desa yang ada di seluruh Indonesia.

Baca juga: KPK minta Kemendes perbaiki struktur penerima BLT Dana Desa
Baca juga: KPK ingatkan penyaluran BLT dana desa jangan diselewengkan


Dari angka tersebut, menurut Mendes PDTT, desa yang telah menetapkan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa melalui musyawarah Desa Khusus (Musdesus) tercatat sebanyak 74.753 desa, sedangkan yang sudah menyalurkan ada 72.599 desa atau 97 persen dari total 74.865 desa yang ada.

Adapun warga desa yang menerima BLT Dana Desa adalah sebanyak 7.742.176 KK, dengan rincian 2.400.075 di antaranya merupakan janda atau yang disebut perempuan kepala keluarga (PEKKA) dan 283.644 lainnya adalah KPM yang anggota keluarganya menderita penyakit kronis dan menahun.

Hingga saat ini total Dana Desa yang telah digunakan untuk BLT Dana Desa adalah sebesar Rp4,64 triliun. Total angka tersebut telah disalurkan kepada 6.813.115 KK yang bekerja sebagai petani dan buruh tani, 315.028 KK yang bekerja sebagai nelayan dan buruh nelayan, 315.028, 156.954 KK berlatar belakang buruh pabrik, 62.734 guru dan 394.345 pedagang serta pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca juga: Kemendes telah salurkan Rp8,3 triliun untuk BLT Dana Desa
Baca juga: Kondisi geografis masih hambat penyaluran BLT, sebut Kemendes PDTT
Pewarta : Katriana
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020