BPOM Gorontalo sita 5.300 liter minuman keras tanpa izin edar

BPOM Gorontalo sita 5.300 liter minuman keras tanpa izin edar

Seorang petugas menunjukan plastik yang diisi minuman keras di gudang Balai Pengawas Obat dan makanan (BPOM) di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Rabu (12/8/2020). Minuman beralkohol jenis captikus tanpa izin edar dan dilarang beredar di Gorontalo sebanyak 5.300 liter tersebut disita dari sejumlah kendaraan yang berasal dari wilayah Sulawesi Utara (Sulut). ANTARA/Adiwinata Solihin

Gorontalo (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo menyita 5.300 liter minuman keras tanpa izin edar dan dilarang beredar di Provinsi Gorontalo.

Kepala BPOM Gorontalo, Yudi Noviandi di Gorontalo, Rabu, mengatakan minuman keras tersebut disita dari hasil kerja sama dengan Korem 133/Nani Wartabone dan Polda Gorontalo.

"Barang bukti ini kami dapatkan dari dua kali operasi, yaitu pada 20 Juli 2020, kita temukan 4.000 liter captikus dan yang kedua pada 11 Agustus sebanyak 1.300 liter," ujarnya.

Baca juga: Polda Gorontalo musnahkan 36,7 ribu liter minuman keras

Yudi mengatakan jika captikus tersebut dibawa dari wilayah Sulawesi Utara dan masuk ke Gorontalo.

"Semoga apa yang kami lakukan ini dapat menurunkan jumlah peredaran captikus di Provinsi Gorontalo," ucapnya.

Ia menegaskan jika dasar penyitaan miras tersebut terkait dengan undang-undang pangan, yaitu oknum yang mengedarkan pangan tanpa izin edar.

"Miras yang kita temukan pada operasi pertama, modusnya dibawa dengan truk yang ditutupi dengan bawang dan juga kardus air mineral, dan yang kedua diamankan di wilayah perbatasan Gorontalo dan Sulawesi Utara di Atinggola," katanya.

Baca juga: Satpol PP Belitung amankan puluhan liter minuman keras
Baca juga: Minuman keras di Papua banyak dibuat di hutan-hutan
Pewarta : Adiwinata Solihin
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020