Kemendes perkuat data untuk integrasikan upaya pembangunan di desa

Kemendes perkuat data untuk integrasikan upaya pembangunan di desa

Dokumentasi. Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi (kanan) bersama Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam sebuah rapat dengar pendapat bersama DPR di Jakarta, Kamis (25/6/2020). (ANTARA/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengatakan saat ini tengah memperkuat informasi dan data untuk mengintegrasikan upaya pembangunan di tingkat desa.

"Jadi di desa-desa itu kan ada alokasi misalnya dari Dana Desa. Ada juga dari Dana Alokasi Khusus, kemudian ada juga dana-dana dari kementerian, yang sebetulnya mereka itu juga sama. Mereka itu adalah melakukan tugas bersama di pedesaan. Sehingga kami saat ini adalah mencoba mengintegrasikan seluruh intervensi yang dilakukan untuk di tingkat desa," kata Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi melalui sambungan telepon dengan ANTARA, Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan kementerian tersebut tengah menyiapkan data yang akurat terkait berbagai hal yang menjadi kebutuhan desa sehingga bantuan yang masuk bisa tepat sasaran dan upaya pembangunan juga dapat dipercepat.

"Yang sedang kita perkokoh itu adalah bagaimana kita memiliki semacam informasi atau data yang betul-betul mencerminkan berapa jumlah intervensi yang dilakukan untuk di desa itu," katanya.

Sehingga, ketika data itu telah akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, ia berharap Kemendes dapat memiliki informasi yang lengkap dari setiap desa dan dapat memantau seberapa besar dana yang telah dialokasikan untuk pembangunan desa.

"Dan ini merupakan informasi yang sangat penting untuk melakukan intervensi di tahap-tahap berikutnya," katanya.

Sementara itu, selain memperkuat data tentang kebutuhan desa, Kemendes PDTT juga berupaya mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) daring yang diupayakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di tengah pandemi COVID-19 dengan memungkinkan Dana Desa digunakan untuk internet gratis.

"Artinya kita memanfaatkan seluruh potensi aset-aset yang ada di desa. Misalnya kalau desa-desa tersebut memiliki balai, maka balai-balai desa atau kantor-kantor desa itu bisa kita manfaatkan sebagai tempat pembelajaran. Atau kita memasang hotspot yang bisa digunakan untuk mengakses metode pembelajaran itu," demikian kata Anwar Sanusi.

Baca juga: Hakteknas luncurkan progam Desa Berinovasi
Baca juga: Internet gratis diupayakan Kemendes bantu PJJ daring siswa di desa
Pewarta : Katriana
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020