KPU Papua minta jaminan tambahan pengamanan untuk stafnya di Yahukimo

KPU Papua minta jaminan tambahan pengamanan untuk stafnya di Yahukimo

Ketua KPU Provinsi Papua Theodorus Kossay (ANTARA News Papua / Hendrina Dian Kandipi)

Jayapura (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua minta jaminan untuk tambahan pengamanan bagi para staf di KPUD Kabupaten Yahukimo setelah adanya kasus pembunuhan pada wilayah setempat.

Ketua KPU Provinsi Papua Theodorus Kossay di Jayapura, Jumat, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Papua guna memberikan pengamanan tambahan terhadap seluruh anggota maupun staf KPUD Kabupaten Yahukimo imbas dari kasus pembunuhan salah satu staf atas nama Hendry Jovinsky.

"Kami sudah bertemu dengan Wakapolda Papua untuk meminta jaminan keamanan terhadap seluruh staf dan anggota KPU Yahukimo sehingga proses atau tahanan pilkada di daerah tersebut dapat kembali berjalan," katanya.

Baca juga: Kapolda Papua evaluasi kamtibmas pasca pembunuhan di Kab. Yahukimo
Baca juga: Kapolda akui pembunuh staf KPU Yahukimo mantan anggota TNI
Baca juga: Pembunuhan kembali terjadi di Yahukimo


Menurut Theodorus, pasca pembunuhan terhadap Hendry, seluruh staf KPU Yahukimo mengalami trauma sehingga sebagian besar enggan untuk kembali ke Yahukimo.

"Para staf masih trauma, namun dalam waktu dekat, sudah bisa naik lagi ke Yahukimo, karena pihak Polda Papua juga sudah menyanggupi untuk memberikan pengamanan ekstra baik itu saat jam kerja hingga di luar jam kerja," ujarnya.

Dia menjelaskan selain trauma yang dialami para staf KPUD Yahukimo, akibat kasus tersebut, proses pemutakhiran data juga terhambat.

"Pemutakhiran pemilih agak terganggu akibat kejadian tersebut, proses pencocokan dan penelitian (coklit) sudah dilakukan, namun harus diperbaharui lagi dari PPS ke PPD dan PPD ke KPU," katanya lagi.

Dia menambahkan coklit ini yang masih terhambat, sehingga pihaknya berharap dalam waktu dekat semuanya bisa berjalan dengan baik tanpa ada gangguan atau hambatan.
Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020