Karhutla di Kabupaten Kapuas Kalteng terjadi di tiga desa

Karhutla di Kabupaten Kapuas Kalteng terjadi di tiga desa

Seorang petugas BPBD Kabupaten Kapuas berusaha memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Kapuas Murung, Selasa (13/10/2020). ANTARA/HO-BPBD Kapuas/am.

Kuala Kapuas (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, terjadi di tiga desa di kecamatan itu.

"Selain di Desa Bina Karya C1 kebakaran lahan juga terjadi di desa lainnya, yakni di Desa Bina Mekar C2, Desa Rawa Subur C3 dan Desa Palangkau Lama, Kecamatan Kapuas Murung," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Panahatan Sinaga di Kuala Kapuas, Rabu.

Hingga Selasa, luas lahan yang terbakar di beberapa desa tersebut, diperkirakan mencapai kurang lebih 630 hektare. Kebakaran terjadi sejak Minggu (11/10) dan baru mereda.

Baca juga: Lima peristiwa karhutla terjadi di Rote Ndao selama masa kekeringan

Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut, namun dalam beberapa hari ini cuaca di wilayah setempat cukup panas dan belum ada hujan.

Kendala memadamkan kebakaran tersebut, selain tiupan angin kencang, juga medan atau lokasi cukup sulit dijangkau.

“Tim kami sudah tiga hari melakukan pemadaman, bersama Manggala Agni dan dibantu damkar desa-desa setempat. Saat ini, api yang mendekati pemukiman warga sekitar sudah mulai mereda,” ujarnya.

Baca juga: KLHK: Pencegahan karhutla gambut berperan signifikan turunkan emisi

Panahatan mengatakan berdasarkan data, pihaknya untuk total luas area lahan yang terbakar di Kabupaten Kapuas saat ini menjadi 1047,52 hektare. Dengan luas area lahan terbakar terbanyak di Kecamatan Kapuas Murung seluas 845,07 hektare.

Sementara itu, untuk total kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kapuas dari sebelumnya 63 kali bertambah jadi 68 kali kejadian.

Baca juga: BMKG peringatkan masih ada potensi karhutla di Pulau Jawa

Kemudian total pemadaman darat dari sebelumnya lima kali bertambah menjadi tujuh kali. Pemadaman udara sebelumnya 30 kali bertambah menjadi 32 kali. Sedangkan untuk titik panas tidak ada penambahan atau tetap jumlahnya sebanyak 303 titik panas.

“Dengan adanya kejadian ini, kami berharap kepada masyarakat untuk tetap menjaga bahaya kebakaran hutan dan lahan, untuk tidak membakar dan membuang potong rokok sembarangan,” kata Panahatan Sinaga.

Baca juga: Kebakaran terjadi di Taman Hutan Raya Sultan Adam Banjar Kalsel
 
Pewarta : Kasriadi/All Ikhwan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020