Satgas prihatin persentase kematian akibat COVID-19 di Bali meningkat

Satgas prihatin persentase kematian akibat COVID-19 di Bali meningkat

Dokumentasi - Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito memakai masker usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/aa.

Jakarta (ANTARA) - Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan keprihatinannya karena persentase kematian akibat COVID-19 di Bali terus meningkat dalam dua pekan terakhir.

"Kami prihatin bahwa persentase kematian akibat COVID-19 di Bali terus meningkat selama dua pekan terakhir," ujar Wiku dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan pada 27 September 2020 persentase kematian di Bali 2,97 persen, kemudian meningkat pada 4 Oktober 2020 menjadi 3,9 persen dan pada 11 Oktober 2020 menjadi 3,27 persen.

Baca juga: Satgas: Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Bali capai 87,10 persen

Baca juga: Kota Denpasar catatkan tingkat kesembuhan COVID-19 tertinggi di Bali


Wiku mengatakan peningkatan jumlah rumah sakit rujukan dan ditambahnya tempat isolasi mandiri atau rumah sakit darurat perlu untuk dapat membantu menekan angka kematian.

Di sisi lain, kata dia, Warga Bali juga diimbau segera memeriksakan diri ke rumah sakit apabila memiliki gejala COVID-19, agar bisa ditangani sedini mungkin.*

Baca juga: Bali catatkan penambahan kasus COVID-19 dan kematian harian tertinggi

Baca juga: Bali targetkan 3.000 sampel tes usap COVID-19 per hari
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020