Wali Kota Bogor sebut tiga kategori pohon, waspadai yang rawan tumbang

Wali Kota Bogor sebut tiga kategori pohon, waspadai yang rawan tumbang

Wali Kota Bogor Bima Arya mengecek identitas pohon yang telah memiliki identitas di Kota Bogor. (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)

Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor Bima Arya menyebutkan pohon penghijauan di Kota Bogor telah memliki kartu indentitas dan dikelompokkan menjadi tiga kategori berdasarkan kekokohannya dan kemungkinan tumbang pada cuaca buruk.

"Ketiga kategori itu adalah hijau, kuning dan merah," kata Bima Arya di Kota Bogor, Selasa.

Menurut Bima Arya, pengelompokan dan identifikasi itu dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Pelaksana Bencana Daerah (DLH dan BPBD) dan menandainya dengan tanda dari bahan seng yang ditempelkan di batang pohon.

Baca juga: Pohon tumbang di Kota Bogor, empat warga alami luka-luka

Dengan adanya pengelompokan dan identitas tersebut, menurut dia, masyarakat dan pihak terkait bisa lebih cepat mendeteksi jika ada bencana.

"Pohon yang tumbang kemarin itu adalah pohon kelompok kuning, yakni sudah mulai rapuh. Jadi hati-hati pada pohon yang sudah rapuh," katanya.

Baca juga: Hujan deras di Kota Bogor, pohon tumbang di empat lokasi.

Pada Senin (2/11), terjadi bencana pohon tumbang di empat lokasi di Kota Bogor, yakni di Jalan Ahmad Yani Kecamatan Tanah Sareal, Jalan H Juanda Kecamatan Bogor Tengah, Jalan Dadali Kecamatan Tanah Sareal, serta Kelurahan Pakuan Kecamatan Bogor Selatan.

Akibat pohon tumbang tersebut empat orang yang sedang mengendarai sepeda motor tertimpa dan mengalami luka-luka, serta sebuah mobil rusak di bagian atap tertimpa batang pohon.

Baca juga: Kota Bogor antisipasi bencana di musim hujan

Menurut Bima Arya, pohon penghijauan berkategori merah yakni akarnya sudah keropos. "Pohon berkategori merah itu sudah diproses untuk ditebang," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Priyatna Samsah, juga mengingatkan warga Kota Bogor untuk waspada dan siap siaga menghadapi musim hujan.

Baca juga: Kembali dari luar kota, 47 ASN Kota Bogor jalani tes usap COVID-19

"Apalagi ada prakiraan cuaca buruk fenomena La Nina yang menjadikan curah hujan menjadi lebih tinggi disertai petir dan angin kencang pada musim hujan," katanya.

Priyatna juga mengingatkan warga Kota Bogor dan sekitar agar hati-hati berkendaraan melintas di lokasi yang rawan pohon tumbang pada saat turun hujan deras disertai petir.

"Kalau sedang melintas di daerah yang banyak pohon penghijauan pada saat hujan deras sebaik berhenti dan mencari tempat berteduh yang aman," katanya.

Baca juga: Jumlah pasien sembuh dari COVID-19 di Kota Bogor capai 1.661 kasus

 
Pewarta : Riza Harahap
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020