Sleman perpanjang tanggap darurat bencana Merapi dan COVID-19

Sleman perpanjang tanggap darurat bencana Merapi dan COVID-19

Barak pengungsian tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi di Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan Sleman. ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto.

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memperpanjang status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi maupun darurat bencana nonalam COVID-19 dari 1 Desember hingga 31 Desember 2020

"Dalam penanganan darurat bencana tersebut Pemkab Sleman mengalokasikan anggaran melalui dana tak terduga. Sampai saat ini dana tak terduga masih mencukupi untuk penanganan darurat COVID-19 maupun Merapi," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Harda Kiswaya di Sleman, Selasa.

Menurut dia, setelah tanggap darurat bencana COVID-19 dan Merapi berakhir pada 30 November, Pemkab Sleman langsung memperpanjang masa tanggap darurat bencana hingga satu bulan ke depan.

"Saat ini pandemi COVID-19 belum berakhir dan status aktivitas vulkanis Gunung Merapi belum turun. Sehingga status darurat bencana diperpanjang," katanya.

Baca juga: BPBD Sleman aktifkan posko tanggap darurat di Desa Sendangrejo

Baca juga: Sleman siaga darurat banjir dan longsor


Ia mengatakan, perpanjangan masa tanggap darurat bencana tersebut memperhatikan dua hal, yakni terkait bencana nonalam pendemi COVID-19 dan kedua terkait status Siaga Merapi.

"Ada dua pertimbangan bencana nonalam pandemi COVID-19 dan Merapi statusnya Siaga," katanya.

Harda mengatakan, penetapan status tanggap darurat bencana ini, membuat Pemkab bisa mengakses dana tidak terduga untuk penanganan.

"Dana masih banyak dan cukup hingga akhir tahun. Saat ini total dana tidak terduga yang dimiliki Pemkab Sleman mencapai Rp32 miliar, itu bisa digunakan untuk penanganan barak pengungsian Merapi," katanya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus untuk mempersiapkan barak-barak pengungsian di Kapanewon Cangkringan, sebab Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan (BPPTKG) baru memberikan rekomendasi bahaya di daerah Cangkringan.

"Namum persiapan untuk barak pengungsian di daerah barat yaitu di Kapanewon Turi dan Pakem juga dipersiapkan. Hal itu sebagai langlah antisipasi jika ancaman bahaya erupsi mengarah ke sisi barat Merapi," katanya.

Baca juga: Sleman tetapkan status darurat bencana Gunung Merapi

Baca juga: Masyarakat umum dilarang masuk barak pengungsian Merapi
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020