Rektor Unhas: Pertanian cerdas alternatif kaum milenial

Rektor Unhas: Pertanian cerdas alternatif kaum milenial

Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA memberikan kuliah umum secara virtual, Rabu,(2/11/2020). ANTARA/HO/Humas Unhas

Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA mengatakan pertanian cerdas bisa menjadi alternatif bagi para kaum milenial dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya.

Menurut Prof Dwia, pertanian cerdas (smart farming) menjadi salah satu ciri dari konsep pertanian 4.0 yang memanfaatkan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi modern. Selain itu, konsep manajemen pertanian didasarkan pada pengamatan, pengukuran dan tanggapan terhadap variabilitas lahan terhadap tanaman.

Baca juga: Jember jadi percontohan penerapan konsep pertanian cerdas iklim

"Oleh karena itu, pemuda memiliki peran pada pemberdayaan petani tradisional untuk menguatkan kelembagaan, melibatkan para pemuda milenial secara holistik, baik ditingkat on farm maupun off farm," katanya saat memberikan kuliah umum yang digelar BPPSSMP secara virtual Smart Agriculture bertema "Petani Millenial di Era Industri 4.0 dan Adaptasi Kebiasaan Baru" itu, Rabu.

Selain itu, lanjutnya, jejaring pemasaran konvensional maupun online. Internet adalah segalanya (IoT) menjadi kata kunci. Tranformasi pertanian 4.0 terkoneksi, otomatisasi, dengan operasional yang produktif dan efisiensi.

Prof Dwia menyinggung kondisi petani Indonesia saat ini serta tantangan penyediaan pangan, termasuk soal pemanfaatan perkembangan teknologi untuk mendorong peningkatan hasil pertanian. Kedua isu ini dalam rangka mendukung penyediaan pangan Indonesia.

Tingkat kesejahteraan petani masih rendah dan tingkat kemiskinan relatif tinggi. Selain itu, 61,7 persen petani Indonesia hanya memiliki pendidikan sampai sekolah dasar, dengan usia rata-rata di atas 40 tahun.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof Dr Dedi Nursyamsi mengatakan topik kuliah diharapkan dapat memberi motivasi bagi para milenial untuk terlibat aktif mendorong produksi pertanian.

Baca juga: Balitbangtan kembangkan irigasi cerdas berbasis IoT

Baca juga: BCA kembangkan "Pertanian Cerdas" di Dompu


Lebih lanjut, Prof Dedi menuturkan pertanian sedang bertransformasi dari cara-cara tradisional menuju cara modern sejalan dengan hadirnya Internet of Things (IoT), artificial intelligence dan pemanfaatan big data. "Ini harus dimanfaatkan oleh generasi penerus guna mengoptimalkan aktifitas pertanian," ucapnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020