Kemendikbud: Kedaireka wadah kolaborasi kampus dan industri

Kemendikbud: Kedaireka wadah kolaborasi kampus dan industri

Dirjen Dikti Prof Nizam pada sosialisasi "Pendaftaran Kedaireka dan Peluang Matching Fund di Unhas dan LLDIKTIK IX Wilayah Sulawesi Gorontalo" secara virtual, Selasa,(8/12/2020).ANTARA/HO/

Makassar (ANTARA) - Dirjen Dikti Prof Nizam PhD ASEAN Eng mengemukakan kedaireka merupakan platform berupa wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri terkait pengembangan hasil penelitian sesuai konsep kampus merdeka.

Prof Nizam pada sosialisasi "Pendaftaran Kedaireka dan Peluang Matching Fund di Unhas dan LLDIKTIK IX Wilayah Sulawesi Gorontalo" secara virtual, Selasa, mengatakan berbagai tantangan kolaborasi cenderung dihadapi oleh perguruan tinggi.

Di antaranya, kata dia, pemerataan akses kampus berdialog dengan industri belum ada, minimnya informasi terkait produk atau jasa dari kampus yang diketahui oleh industri serta industri melihat penelitian dan pengembangan produk investasi yang mahal.

Baca juga: Kemendikbud : Kedaireka upaya tingkatkan kreativitas perguruan tinggi

Baca juga: Ditjen Dikti dorong lahirnya perusahaan rintisan melalui Kedaireka


Oleh karena itu, kedaireka hadir sebagai solusi terbaik meningkatkan pentahelix dan mendekatkan kampus serta industri untuk saling berkomunikasi.

Menurut dia, kedaireka layaknya sebuah kedai yang menjadi titik pertemuan antara industri dan perguruan tinggi.

Pertemuan ini diharapkan terjadi dialog solutif dan kolaboratif terhadap kreasi reka yang bermanfaat dari perguruan tinggi dan permasalahan bisnis atau peluang cipta dari industri dengan tujuan akhir kolaborasi pentahelix.

Ini juga sesuai dengan konsep kampus merdeka yang hadir dengan tujuan mendorong dan membangun sinergi serta kolaborasi kampus.

"Bagi mahasiswa, kampus merdeka mendorong 'passion', cita-cita dan tujuan hidup berbeda melalui berbagai hal, seperti pertukaran mahasiswa, magang dan proyek kemanusiaan. Konsep ini hadir untuk memberikan kesempatan mahasiswa memilih dan mengembangkan kompetensinya," kata Prof Nizam.

Kepala LLDIKTI IX Wilayah Sulawesi dan Gorontalo Prof Dr Jasruddin menyampaikan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan yang baik. Sehingga, para inventor yang terdidik dan berkualitas bisa meningkatkan keahlian dan keterampilan yang dimiliki.

Baca juga: Dirjen Dikti apresiasi hasil riset dosen Unesa bantu pasien COVID-19

Baca juga: Dirjen Dikti : Ekosistem reka cipta harus terwujud


"Kedaireka menjadi program yang akan mendorong peningkatan produk sampai pada hilirisasi," kata Jasruddin.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Unhas, Prof dr Muh Nasrum Massi, PhD mengatakan Unhas terus melakukan berbagai hal yang dapat mendorong kerja sama dengan banyak mitra dengan harapan produk inovasi terhilirisasi dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020