Delapan rumah di Banyumas rusak akibat tebing sungai longsor

Delapan rumah di Banyumas rusak akibat tebing sungai longsor

Kondisi tebing Sungai Pelus yang longsor sehingga mengakibatkan kerusakan terhadap delapan rumah warga RT 04 RW 04, Kelurahan Arcawinangun, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Sebanyak delapan rumah warga di lingkungan RT 04 RW 04, Kelurahan Arcawinangun, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengalami kerusakan akibat longsornya tebing Sungai Pelus sebelah barat.

"Peristiwa ini terjadi kemarin (17/12) petang saat hujan lebat yang mengakibatkan Sungai Pelus banjir dan airnya menggerus tebing hingga longsor. Akibatnya, delapan rumah yang berada di atas tebing terbawa longsor, terutama bagian dapur," kata salah seorang korban, Undi Wahyu Jatmiko di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, Jumat.

Akibat kejadian tersebut, kata dia, sekitar 30 warga yang menghuni delapan rumah tersebut mengungsi dan beberapa di antaranya tetap berjaga di rumahnya.

Terkait dengan kejadian tersebut, dia mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas terhadap korban longsor di Kelurahan Arcawinangun.

"Kalau perlu direlokasi, saya siap ikut relokasi," katanya.

Baca juga: Tanah longsor dan banjir melanda sejumlah wilayah di Banyumas

Baca juga: Banjir dan longsor merenggut korban jiwa di wilayah Banyumas


Korban lainnya, Sukohartini mengatakan tebing Sungai Pelus yang longsor pada hari Kamis (17/12), sekitar pukul 18.00 WIB, itu mengakibatkan sebagian bangunan rumahnya mengalami kerusakan.

Ia mengaku beruntung karena saat kejadian sedang bersama kedua orang tua dan anaknya di bagian depan rumah, sehingga tidak turut terbawa longsor.

"Biasanya kalau sore, kami kumpul di dapur sambil minum kopi, kebetulan kemarin berada di kamar depan. Saat itu, terdengar suara 'brek' dan ketika pintu belakang dibuka, ternyata bagian dapur terbawa longsor," katanya.

Korban lainnya, Narsih mengaku sedang melaksanakan Shalat Maghrib dan anak-anaknya berada di ruang tamu saat longsor itu terjadi.

"Saat Shalat Maghrib, saya merasa seperti ada gempa dan ketika menengok ke belakang, ternyata sebagian bangunan dapur saya dan beberapa peralatan dapur termasuk kompor terbawa longsor," katanya. 

Baca juga: Belasan rumah terdampak pergerakan tanah di Banyumas

Baca juga: BPBD Banyumas: angin kencang terjang sejumlah desa
Pewarta : Sumarwoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020