Ratusan warga mengungsi akibat banjir di dua kecamatan di Jember

Ratusan warga mengungsi akibat banjir di dua kecamatan di Jember

Foto dok. Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin (kiri) mengunjungi pengungsi di Balai Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Kamis malam (14/1/2021). (ANTARA/ HO - Kodim 0824 Jember)

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Ratusan warga mengungsi akibat banjir yang merendam sejumlah rumah warga di dua kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan ketinggian 60 centimeter hingga 2 meter.

"Berdasarkan data yang dihimpun tercatat jumlah pengungsi sebanyak 408 orang dari korban terdampak bencana banjir di Kecamatan Tempurejo dan Ambulu," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo, Jumat.

Menurutnya dua kecamatan tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi, kemudian debit air Sungai Gladak Puting meningkat hingga mengakibatkan jebolnya empat tanggul di sungai tersebut.

Baca juga: DPD dorong pemerintah cepat atasi banjir Kalsel

"Air menggenangi permukiman warga dengan ketinggian 60 cm hingga 2 meter, sehingga petugas mengevakuasi warga yang rumahnya terendam hingga 1 meter lebih," tuturnya.

Banjir di dua kecamatan tersebut melanda empat desa yakni Desa Wonoasri, Sidodadi, dan Curahnongko di Kecamatan Tempurejo, sedangkan Desa Andongrejo di Kecamatan Ambulu.

"Jumlah warga yang terdampak banjir di dua kecamatan itu sebanyak 1.444 kepala keluarga (KK). Kemudian delapan fasilitas pendidikan dan 42 hektare lahan pertanian juga terendam banjir," katanya.

Ia menjelaskan banjir di Kecamatan Tempurejo dan Ambulu mulai surut, sehingga warga yang mengungsi di Balai Desa Wonoasri juga berkurang, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap ancaman bencana banjir yang datang sewaktu-waktu.

Baca juga: Presiden: Segera kirim bantuan untuk korban banjir di Kalsel

Sementara Pj Kepala Desa Wonoasri Budiono mengatakan banjir sudah mulai surut, namun kantor desa tetap digunakan sebagai posko pengungsian karena ada beberapa titik banjir yang masih tinggi.

"Kami juga menyiagakan dapur umum karena ribuan warga yang terdampak banjir masih belum bisa memasak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Para pengungsi korban banjir di Kantor Desa Wonoasri juga dikunjungi oleh Dandim 0824/ Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin yang memantau korban terdampak banjir.

"Kami ingin melihat langsung kondisi warga masyarakat yang tertimpa musibah, sekaligus memotivasi agar mereka selalu tabah dalam menghadapi cobaan ini," ujarnya.

Banjir di Kabupaten Jember meluas hingga tujuh kecamatan yakni Kecamatan Bangsalsari, Tanggul, Gumukmas, Puger, Ambulu, Tempurejo, dan Jenggawah yang merendam ribuan rumah warga, namun tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

Baca juga: 100 lebih warga Jember mengungsi akibat banjir
Baca juga: Banjir di Jember semakin meluas sampai enam kecamatan
Baca juga: 337 jiwa terdampak banjir bandang di Bangsalsari Jember
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021