Telkom upayakan layanan telekomunikasi normal pasca gempa Sulbar

Telkom upayakan layanan telekomunikasi normal pasca gempa Sulbar

ilustrasi Petugas melakukan perawat BTS. Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko.

Jakarta (ANTARA) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mengupayakan agar layanan telekomunikasi TelkomGroup tetap beroperasi normal pasca terjadinya gempa di wilayah Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat bermagnitudo 6,2 pada Jumat (15/1) dini hari.

"Saat ini kondisi jaringan backbone tetap beroperasi normal dan kami sedang melakukan pengecekan pada jaringan akses. Sementara itu untuk layanan seluler, beberapa BTS mengalami gangguan umumnya dikarenakan kendala catuan listrik yang terjadi," kata Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya terus melakukan pengecekan dan mempercepat perbaikan jika memang ditemukan adanya perangkat jaringan yang terdampak.

Pujo menambahkan untuk kondisi gedung pelayanan pelanggan dan Sentral Telepon Otomat (STO) Mamuju berdasarkan laporan sementara mengalami beberapa kerusakan. Bahkan STO Mamuju membutuhkan catuan genset sehubungan adanya kendala catuan listrik di lokasi.

"Kami memohon maaf kepada pelanggan yang sempat terdampak atas ketidaknyamanan layanan telekomunikasi yang dirasakan pasca gempa. Untuk mempercepat upaya identifikasi dan recovery, Kami telah mengirimkan tim teknisi dari Parepare menuju Mamuju untuk melakukan pengecekan dan mempercepat perbaikan segera terhadap gangguan layanan yang terdampak," kata Pujo.

Saat ini Telkom telah memobilisasi genset mobile dari Donggala ke Mamuju. Selain itu, Telkom juga menyediakan internet gratis di Wifi Corner Kantor Daerah Pelayanan Telekomunikasi (Kandatel) Mamuju yang dimanfaatkan masyarakat dalam berkomunikasi dan mengakses informasi.

Baca juga: Gubernur Sulsel koordinasi ke Telkom dan PLN untuk pemulihan Sulbar
Baca juga: Kominfo pastikan jaringan seluler masih dapat digunakan di Majene
Baca juga: KPPU perlu dilibatkan jaga persaingan usaha industri telekomunikasi

 
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021