BLK digandeng beri keterampilan kerja bagi anak jalanan di Kendari

BLK digandeng beri keterampilan kerja bagi anak jalanan di Kendari

Kepala BLK Kendari La Ode Haji Polondu (kanan) dan Kepala Subbagian Tata Usaha BLK Kendari Mukasir (kiri). ANTARA/Harianto.

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan keterampilan kerja pada anak-anak jalan di kota tersebut sehingga tidak lagi berada di setiap persimpangan ataupun di sudut kota.

Kepala BLK Kendari La Ode Haji Polondu di Kendari, Jumat, mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan pemerintah kota dalam memberikan keterampilan kerja anak jalanan dengan menyediakan tempat dan instruktur.

"BLK Kendari siap melatih, menggali keterampilan seluruh anak bangsa siapapun dan kami menyiapkan tempat itu di BLK Kendari. Apalagi yang meminta dan mengkoordinasikan untuk mengikuti pelatihan bagi anak jalanan ini adalah Pemerintah Kota Kendari sendiri yang menjadi mitra kerja BLK," kata Polondu.

Ia menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu daftar nama-nama yang akan diusulkan oleh pemerintah kota dengan catatan anak jalanan yang akan dilatih nantinya berada pada kategori usia produktif yakni 18-25 tahun.

Sementara terkait jurusan yang akan dilatih, dirinya belum bisa memastikan hal itu, karena masih menunggu usulan dari pihak pemkot. Namun memurut dia, jika perempuan kemungkinan akan dilatih jurusan berwirausaha mandiri yakni memroses hasil pertanian seperti membuat kue, roti atau menjahit. Kemudian untuk yang laki-laki bisa di bidang pengelasan dan otomotif.

Menurut dia diharapkan kalau bisa pada saat mengusulkan itu ada 16 orang sehingga bisa memroses dan mengatur anggarannya, menetapkan instrukturnya sambil melihat kondisi di mana yang lowong yang sudah tidak lagi memberikan bimbingan. "Jadi,  bisa lah kita alihkan untuk melatih anak-anak jalanan ini," katanya.

Ia juga menegaskan, bahwa meskipun anak jalanan tersebut berasal dari luar provinsi namun dalam memberikan pelatihan nantinya tidak akan ada perbedaan dengan siswa pelatihan lainnya.

Oleh karena itu, ia berharap dengan diberikannya pelatihan keterampilan yang kompeten mampu dipertanggungjawabkan sehingga nantinya dengan keterampilan itu bisa menolong diri mereka.

"BLK ini kan sebagai aset bangsa jadi sebagai aset bangsa tentu seluruh anak bangsa siapa saja untuk memperbaiki kehidupannya tidak boleh menghindar untuk melakukan itu, itu satu kebaikan buat mereka," kata La Ode Haji Polondu .

Sementara itu Kepala Subbagian Tata Usaha BLK Kendari Mukasir mengatakan bahwa dalam melatih anak-anak jalanan nantinya bukan menjadi masalah karena pada tahun-tahun sebelumnya BLK Kendari telah memberikan keterampilan kerja kepada anak "punk".

"Itu keputusannya anak jalanan yang usia produktif 18 tahun sampai 25 tahun usulan mereka itu kalau bisa dilatih di BLK. Saya sudah melapor kepada Kepala BLK tapi dengan asumsi bahwa itu ndak boleh dipaksa seperti harus mengikuti kejuruan ini, tetapi kita lihat sesuai dengan bakat mereka," kata Mukasir.

Sebelumnya Pemerintah Kota Kendari menggelar rapat penanganan anak jalanan bersama pemangku kepentingan lainnya pada akhir Januari 2021 lalu.

Sementara itu, beberapa waktu lalu tim gabungan operasi yusitisi dari Pemerintah Kota Kendari menertibkan puluhan anak jalanan di kota tersebut pada akhir Januari.

Sekda Kota Kendari Nahwa Umar menegaskan agar anak jalanan, gelandangan dan pengemis bisa diberi efek jera dengan langsung mengamankan dan dibawa ke Dinas Sosial dan kemudian diidentifikasi serta akan diberi sanksi sesuai Perda, yaitu kurungan dan denda bagi mereka yang kembali di jalanan.

“Untuk orang yang masih baru maka akan dibuatkan surat pernyataan bahwa tidak akan kembali ke jalanan maupun tempat lain yang dapat mengganggu ketertiban”. katanya.

Ia pun meminta kepada pihak BLK untuk bekerja sama dalam menangani pemberian keterampilan bagi para anak jalanan, gelandangan dan pengemis dalam usia kerja.

"Kita berharap dengan diberinya keterampilan mereka dapat mengerjakan sesuatu yang bisa menjadi mata pencaharian dan tidak lagi berpikir untuk kembali ke jalan," demikian Nahwa Umar.

Baca juga: Menaker: BLK bakal ditransformasi jadi pusat pengembangan kompetensi

Baca juga: Palembang buka sekolah filial untuk anak jalanan

Baca juga: Yogyakarta terus tekan keberadaan anak jalanan

Baca juga: Hari Anak Nasional, Sheila Timothy galang dana untuk anak jalanan

 
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021