PKR minta Pemerintah Malaysia umumkan kompensasi dampak vaksin

PKR minta Pemerintah Malaysia umumkan kompensasi dampak vaksin

Bendahara Umum PKR, Lee Chean Chung saat vaksinasi. ANTARA Foto/Ho-Lee Chean Chung (1)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Partai Keadilan Rakyat (PKR) meminta Kementrian Sains, Teknologi dan Inovasi segera mengumumkan rencana kompensasi dampak vaksin COVID-19 untuk mengurangi ketakutan masyarakat menerima vaksinasi.

"Karena pendaftaran vaksinasi sudah mencapai satu juta orang, saya mendesak Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi YB Khairy Jamaluddin mempercepat pengumuman rencana kompensasi vaksinasi," ujar Bendahara Umum PKR, Lee Chean Chung dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Jumat.

Anggota dewan Semambu, Pahang, ini mengatakan dirinya telah menerima suntikan dosis pertama sore ini dan pihaknya berfikir skema kompensasi vaksinasi dapat menjamin bantuan keuangan bagi mereka yang dirawat di rumah sakit atau terluka setelah menerima vaksinasi.

"Pemerintah Singapura telah mengumumkan rencana kompensasi yang disebut 'Program Bantuan Keuangan Cedera Vaksin'. Bagi yang dirawat di IGD setelah mendapatkan vaksin akan mendapatkan santunan sebesar RM30.000 sedangkan bagi yang meninggal dunia atau cacat tetap akan mendapatkan santunan sebesar RM680.000," katanya.

Pihaknya sudah berulang kali meminta kepada pemerintah untuk mengumumkan detail informasi rencana kompensasi vaksinasi namun hingga saat ini belum diumumkan dengan alasan masih dalam pembahasan.

"Saat ini program vaksinasi telah dimulai tetapi pemerintah masih menolak untuk mengumumkan informasi apapun mengenai rencana kompensasi tersebut," katanya.

Memang efek samping yang ditimbulkan oleh vaksinasi sangat rendah. Statistik internasional menunjukkan bahwa hanya satu sampai dua penerima vaksin yang mengalami gejala anafilaksis pada 100.000 penerima suntikan.

Sedangkan per 27 Januari, hanya tiga dari 113.000 penerima vaksin di Singapura yang mengalami gejala anafilaksis.

Meski begitu, ujar dia, pengumuman rencana kompensasi vaksinasi tersebut sangat penting karena dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menerima vaksinasi dan menunjukkan bahwa Pemerintah bersedia menanggung resiko bersama masyarakat.

"Saya meminta agar Khairy dapat segera mengumumkan informasi rinci mengenai rencana kompensasi untuk mendorong masyarakat mendaftar untuk berpartisipasi dalam vaksinasi melalui aplikasi Mysejahtera," katanya.

Dia mengatakan target pemerintah adalah memberikan vaksin kepada 25,6 juta orang meskipun sudah terdaftar satu juta orang perjalanan ini masih jauh.

"Saya berterima kasih kepada petugas garis depan dan petugas medis dalam proses vaksinasi ini. Saya juga berharap masyarakat dapat mempercepat pendaftaran vaksinasi karena tindakan tersebut penting bagi negara untuk memerangi wabah COVID-19," katanya.

Baca juga: Malaysia membuka kembali aktivitas MICE

Baca juga: EU, AS prihatin atas deportasi warga negara Myanmar oleh Malaysia
Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021