Tertimpa reruntuhan batu, penambang di Bangkalan berhasil dievakuasi

Tertimpa reruntuhan batu, penambang di Bangkalan berhasil dievakuasi

Pesona Wisata Bukit Jaddih - Wisatawan melintas di antara tebing bukit kapur saat berkunjung di Bukit Jaddih, Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (15/5). Bukit Jaddih merupakan bukit kapur yang memiliki tebing-tebing bekas penambangan dan menjadi salah satu obyek wisata di Bangkalan yang banyak dikunjungi wisatawan saat hari libur. FOTO ANTARA/Moch Asim/zk/16

Bangkalan, Jatim (ANTARA) - Seorang penambang yang tertimbun reruntuhan batu di Bukit Kapur, Bangkalan, Madura, Jawa Timur akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga dan petugas gabungan dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Bangkalan dan Kodim 0829 Bangkalan, Senin.

"Saat ini korban sudah dibawa pulang ke rumahnya dan telah dimakamkan di pemakaman umum desa setempat," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pemkab Bangkalan Rizal Moris per telepon, Senin malam.

Tebing wisata Bukit Kapur di Dusun Plebunan, Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan itu runtuh, Senin (15/3/2021). Seorang warga bernama Badrun (60) tertimbun di dalam reruntuhan batu itu.

BPBD menduga longsornya bukit itu, karena dalam dua hari terakhir ini intensitas hujan di Kabupaten Bangkalan cukup tinggi. Apalagi, pada Minggu (14/3) malam hujan mengguyur Kecamatan Arosbaya dengan intensitas sedang hingga deras, sehingga terjadi gerusan-gerusan pada batu yang disebabkan curah hujan itu.

Selain dipengaruhi intensitas hujan, longsoran batu di Arsobaya itu juga diduga karena dipengaruhi kemiringan dari lereng bukit kapur yang tinggi.

Menurut Rizal, kejadian bukit kasus longsor di Bukit Kapur, Dusun Plebunan, Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan itu, bukan yang pertama kali terjadi.

Pada Mei 2019, bukit itu juga pernah longsor. Kala itu, longsoran batu dari bukit yang batunya ditambang warga tersebut mengenai pemilik sebuah warung bernama Hj Hotijah (60), warga Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya hingga menyebabkan pemilik warung mengalamu luka berat di bagian kepalanya.

"Saat itu juga kami memasang imbauan agar warga tidak melakukan penambangan, akan tetapi keesokan harinya papan imbauan yang kami hilang dicabut warga," katanya.

Sementara itu, berdasarkan catatan BPBD Pemkab Bangkalan, Kecamatan Arosbaya merupakan satu dari lima kecamatan yang masuk daerah rawan longsor, demikian Rizal Moris.

Baca juga: 13 kecamatan di Bangkalan-Jatim rawan bencana, BPBD minta warga waspada

Baca juga: BPBD catat 39 bangunan di Bangkalan rusak akibat puting beliung

Baca juga: Jalur Sampang-Bangkalan terganggu banjir
Pewarta : Abd Aziz
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021