Sejumlah pemulung lansia ber-KTP DKI ikuti vaksinasi COVID-19

Sejumlah pemulung lansia ber-KTP DKI ikuti vaksinasi COVID-19

Pemberian vaksin COVID-19 pada pemulung lansia yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta di Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat. (19/3/2021). ANTARA/HO-Alumni Kanisius Menteng 64.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pemulung lansia yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta diajak mengikuti vaksinasi COVID-19 yang diselenggarakan panitia Alumni Kanisius Menteng 64 di Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat pagi.

Perwakilan alumnus yang mendampingi para pemulung tersebut, Tomi Pratomo mengatakan jumlah pemulung yang mengikuti vaksinasi tersebut tidak lebih dari sepuluh orang, sebab beberapa di antara mereka ada juga yang menolak diberikan vaksin.

"Namun demikian, kami optimis bahwa mereka yang telah divaksin ini akan memberi pengaruh positif kepada mereka yang belum mau divaksin," ujar Tomi di Jakarta.

Baca juga: Presiden: Vaksinasi dengan cara "drive thru" bisa dicontoh daerah lain

Penyuntikan vaksin COVID-19 dosis pertama untuk para pemulung tersebut sehubungan hari terakhir pemberian vaksin dosis pertama kepada 4.500 lanjut usia yang berlangsung 8-13 Maret 2021 dan 16-18 Maret 2021.

Acara tersebut terselenggara berkat kerja sama dengan lembaga Institut Kewarganegaraan Indonesia. Dijadwalkan, penyuntikan kedua vaksin COVID-19 berlangsung awal April mendatang.

"Kepada para lansia yang telah disuntik pertama di Kanisius ini nanti silakan datang lagi ke Kanisius untuk penyuntikan kedua yang jadwalnya akan kami ingatkan kembali kepada ibu bapak sekalian melalui Whatsapp atau SMS atau pun email," kata Ketua Alumni Kanisius Menteng (AM64) Irlan Suud.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Kolese Kanisius Pater Heru Hendarto SJ menyampaikan ucapan terimakasih mewakili seluruh Keluarga Besar Kolese Kanisius kepada para tenaga kesehatan dari RS Carolus yang telah menyukseskan vaksinasi COVID-19 di Kanisius.

Baca juga: Daftar penyakit layak divaksin COVID-19, autoimun hingga gagal jantung

Setidaknya lebih dari 50 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat maupun bidan bertugas secara bergantian melaksanakan pemeriksaan kesehatan hingga penyuntikan kepada para lansia selama delapan hari kegiatan penyuntikan pertama.

Sementara itu, Juanito Tiwow, alumni Kanisius 1991 yang juga Ketua Umum Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ) meyakini bahwa penyuntikan kedua nanti akan bisa dilaksanakan dengan sama baiknya seperti pelaksanaan penyuntikan pertama ini.

"Memang ada perbaikan yang harus kami lakukan dalam pelayanan kepada para lansia di penyuntikan kedua nanti. Tapi rasanya perbaikan tersebut hanya minor sifatnya," ujar Juanito.

Dalam penyuntikan vaksin dosis kedua nanti, panitia juga mendapat tambahan dukungan yang datang dari Bank Mandiri dan Indika Foundation.

Pada penyuntikan dosis kedua, panitia vaksinasi Alumni Kanisius Menteng 64 mendapat dukungan dari PT Combiphar, PT Santini Luwansa Lestari, PT Jaddi International Group, PT IGP Group, dan Taspen. Ketua Dewan Pembina Alumni Kanisius Menteng 64 (AM64) Dani Wanandi di lokasi vaksinasi mengucapkan terima kasih atas partisipasi sejumlah pihak yang membantu jalannya acara ke depan.

"Dukungan tersebut menandakan bahwa gotong royong kemanusiaan yang tengah kami lakukan ini gayung bersambut dengan semangat berbagai pihak yang memiliki kepedulian yang sama untuk menanggulangi pandemi COVID-19 ini," kata dia.

Baca juga: Presiden cek vaksinasi COVID-19 pada warga lansia dan pengemudi ojek
Baca juga: Menhub tinjau vaksinasi pekerja transportasi publik di Stasiun Gambir
Baca juga: MUI minta warga Muslim tak ragu jalani vaksinasi COVID-19 saat puasa

 
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021