Pemkab Bantul: Implementasi PPKM Mikro disesuaikan zonasi tingkat RT

Pemkab Bantul: Implementasi PPKM Mikro disesuaikan zonasi tingkat RT

Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan bahwa implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro selama bulan Ramadhan 1442 Hijriah disesuaikan dengan zonasi pengendalian COVID-19 tingkat rukun tetangga atau RT.

"Implementasi PPKM Mikro saat bulan puasa pakainya tetap pakai zonasi tingkat RT itu, bukan zonasi tingkat kecamatan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis di Bantul, Minggu.

Menurut dia, dalam rangka pengendalian penyebaran COVID-19, Pemkab Bantul telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 451/01184/Hukum tentang Pelaksanaan Ibadah Ramadhan dan Perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah/tahun 2021 pada masa pandemi COVID-19.

Baca juga: PPKM di Bantul efektif turunkan jumlah pasien konfirmasi COVID-19

Dalam edaran menyebutkan untuk wilayah RT yang masuk zona hijau dan zona kuning, masyarakat dapat melaksanakan kegiatan ibadah Ramadhan di masjid atau mushala secara terbatas untuk jamaah di lingkungan masing-masing dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sedangkan, RT dalam zona oranye dan zona merah, masyarakat dapat melaksanakan kegiatan ibadah Ramadhan secara terbatas dengan kapasitas 50 persen dari daya tampung masjid atau mushala dan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Berdasarkan update data Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19 Bantul per 18 April, dari total 5.905 RT se-Bantul, yang masuk wilayah zona hijau atau dengan nol kasus ada 5.463 RT tersebar di 75 kelurahan, kemudian wilayah zona kuning atau dengan kasus satu-dua rumah ada 433 RT tersebar di 65 kelurahan.

Sedangkan wilayah zona oranye atau dengan kasus COVID-19 tiga sampai lima rumah ada delapan RT tersebar di enam kelurahan, kemudian wilayah zona merah atau dengan kasus lebih dari lima rumah ada satu RT di daerah Kelurahan Terong, Kecamatan Dlingo.

Baca juga: Bantul tutup sementara 25 usaha kuliner langgar prokes selama PPKM

Data Satgas Bantul juga menyebut, kelurahan di Bantul dengan nol kasus COVID-19 di seluruh RT, meliputi Kelurahan Gadingharjo, Tirtohargo, Panjangrejo, Girirejo, Karangtengah, Dlingo, Jatimulyo, Temuwuh, Jagalan dan Srimartani.

"Sudah menjadi rutinitas masyarakat jika bulan Ramadhan terjadi peningkatan mobilitas warga baik terkait ibadah maupun aktifitas sosial dan ekonomi, kondisi ini tentu saja harus disikapi secara bijak apalagi kita masih berada dalam masa pandemi COVID-19," katanya.

Data Satgas COVID-19 Bantul menyebut, total kasus positif per hari Minggu (18/4) sebanyak 11.254 orang, dengan dinyatakan sembuh 10.118 orang, sementara untuk kasus COVID-19 meninggal berjumlah 306 orang, sehingga pasien COVID-19 aktif yang masih isolasi dan dirawat sebanyak 830 orang.

Baca juga: Kasus sembuh dari COVID-19 di Bantul jadi 10.118 orang
Baca juga: Bantul gencarkan 3T percepat temukan kasus baru terpapar COVID-19
Pewarta : Hery Sidik
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021