Puan: Jangan sampai usai Lebaran terjadi peningkatan kasus COVID-19

Puan: Jangan sampai usai Lebaran terjadi peningkatan kasus COVID-19

Ilustrasi - Polisi memeriksa kendaraan di gerbang tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (19/5/2020). ANTARA FOTO/Fauzan.

Merak (ANTARA) - Ketua DPR, Puan Maharani, menegaskan, jangan sampai usai Lebaran 1442 Hijriah terjadi peningkatan kasus Covid-19 sehingga masyarakat harus bersikap sabar dengan tidak pulang kampung alias mudik Idul Fitri.

"Kita lebih penting pencegahan agar penyebaran (virus) Korona tidak meningkat, karena Covid-19 masih ada dan (belum tahu) kapan berakhir," kata dia, saat meninjau penyekatan arus pulang kampung berlebaran di dermaga Pelabuhan Merak, Banten, Minggu.

Baca juga: Hasil tes cepat, seorang pemudik di Kudus dinyatakan positif

Peniadaan arus mudik Lebaran 2021 memerlukan sinergitas dan koordinasi serta bergotong royong para petugas di lapangan untuk melaksanakan penyekatan.

Petugas-petugas yang menyekat arus pulang kampung warga itu tentu harus berlapis dan tidak boleh berkerumun, karena berpotensi menyebarkan virus mematikan.

Selama ini, kata dia, dia memahami keinginan masyarakat untuk mudik Lebaran ke kampung halaman, namun yang lebih penting bagaimana saat dan usai Lebaran tidak ada peningkatan Covid-19.

Baca juga: Peneliti: Waspadai kerumunan warga tidak mudik di Jabodetabek

Oleh karena itu, kata dia, mereka meminta masyarakat dapat menunda dan bersabar dengan tidak mudik Lebaran guna mencegah penyebaran virus Korona.

"Kami minta petugas dapat bertindak tegas, namun mengedepankan sisi humanis dalam melaksanakan tugas di lapangan agar masyarakat memahami pelarangan mudik Lebaran itu," kata dia.

Menurut dia, pemerintah sudah berdaya upaya dan maksimal untuk mitigasi dan antisipasi Covid-19 agar tidak menyebarkan terhadap warga, keluarganya dan lingkungannya, yang ujung-ujungnya dapat membawa kematian pada warga.

Dengan demikian, pelarangan pulang kampung Lebaran dinilai sangat tepat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca juga: Larangan mudik, pengamat sebut pemerintah harus jamin kebutuhan pokok

Saat ini, kata dia, Pelabuhan Merak hanya mengoperasikan 10 persen dan berjalan mendistribusikan logistik dan barang-barang penting.

Pendistribusian logistik dan barang-barang penting itu jangan sampai ada kendala dan diharapkan berjalan lancar. Selain itu juga pelabuhan agar meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami minta petugas di lapangan bekerja keras agar tidak ada warga yang mudik Lebaran," katanya.

Baca juga: Puluhan pengemudi diperintahkan balik arah di perbatasan Aceh-Sumut

Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo, mengatakan, saat ini kecenderungan penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten menurun dibandingkan Oktober dan awal Januari 2021.

Pemerintah dan masyarakat, kata dia, agar dapat mempertahankan menurunya angka penyebaran virus Korona itu. "Kita berharap semua lapisan masyarakat dapat mencegah dan mengantisipasi pandemi Covid-19 dengan tidak pulang kampung Lebaran dan jika ingin ketemu dengan saudara lebih baik melalui virtual," katanya.

Baca juga: Sultan HB X: DIY dukung penuh larangan mudik

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, mengatakan penyebaran Covid-19 di Banten --salah satu provinsi paling banyak penduduknya di Indonesia-- secara umum menurun karena dua wilayah yakni Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang masuk zona kuning.

Sedangkan empat daerah lain di Banten, kata dia, masih zona oranye sehingga masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan. "Kami tidak henti-hentinya mengajak masyarakat agar patuhi protokol kesehatan dan 3M itu guna mengendalikan Covid-19," katanya.

Baca juga: Puan Maharani minta pemerintah konsisten tentang aturan pulang kampung

Dalam kunjungan itu juga hadir Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan, Budi Sumadi, Menteri Kesehatan, Budi Sadikin, dan Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Prabowo.
Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021