Menjelang tiba Lebaran, stok darah PMI Yogyakarta menipis

Menjelang tiba Lebaran, stok darah PMI Yogyakarta menipis

Petugas memeriksa darah di Laboratorium Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta, Kotagede, DI Yogyakarta, Senin (23/3/2020). PMI Kota Yogyakarta kekurangan pasokan darah karena adanya imbauan pembatasan kegiatan sosial guna mencegah penyebaran COVID-19 serta pembatalan sejumlah acara donor darah. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/pras.

Yogyakarta (ANTARA) - Persediaan darah di Unit Donor Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta mulai menipis menjelang Lebaran (Idul Fitri) 1442 Hijriah meski masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan darah dari masyarakat.

“Kami sedang berusaha untuk memastikan persediaan darah kami cukup sampai Lebaran,” kata Pimpinan PMI Cabang Kota Yogyakarta Lilik Kurniawan di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, masyarakat khususnya pendonor darah yang rutin mendonorkan darahnya di PMI Cabang Kota Yogyakarta diharapkan dapat melakukan donor darah meski sedang dalam bulan puasa Ramadhan.

Pendonor bisa datang ke PMI Cabang Kota Yogyakarta usai berbuka puasa untuk mendonorkan darahnya sehingga dapat menambah stok atau persediaan darah hingga Lebaran.

Pada Senin (10/5), persediaan darah “whole blood” di Kota Yogyakarta untuk semua golongan darah tersedia sebanyak 17 kantong, sedangkan untuk komponen darah PRC atau sel darah merah tersedia 101 kantong.

Sedangkan komponen darah lain seperti trombosit dan plasma darah tersedia untuk lebih dari 30 kantong hingga sekitar 90 kantong.

Untuk itu, kata dia, PMI Cabang Kota Yogyakarta harus mampu menjaga stok darah agar bisa memenuhi permintaan darah yang tidak mengalami penurunan meski pandemi COVID-19 masih terjadi. Permintaan tidak hanya dari DIY saja tetapi beberapa kabupaten di Jawa Tengah.

Ia memastikan, kegiatan donor darah di PMI Kota Yogyakarta dilakukan sesuai protokol kesehatan yang ketat sehingga pendonor tidak perlu merasa takut atau ragu saat akan mendonorkan darah di PMI.

Setiap pendonor yang tercatat pernah mendonorkan darah di PMI akan diingatkan kembali untuk melakukan donor darah tiap 60 haro sekali.

Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan plasma konvalesen bagi pasien terkonfirmasi COVID-19, Lilik juga mengatakan persediaannya juga menipis.

“Penyintas COVID-19 yang memenuhi syarat untuk menjadi pendonor plasma diharapkan dapat datang ke PMI Kota Yogyakarta mendonorkan plasmanya guna membantu pasien yang masih berjuang melawan COVID-19,” demikian Lilik Kurniawan.

Baca juga: PMI Yogyakarta kekurangan stok darah

Baca juga: Donor darah PMI Yogyakarta diperkirakan turun 60 persen saat puasa

Baca juga: Persediaan darah di PMI Yogyakarta tersisa 25 persen


 
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021